Jombang (beritajatim.com) – Salon kambing menjadi bisnis yang menggiurkan menjelang Hari Raya Iduladha 1445 H. Pemilik salon khusus kambing kurban pun panen cuan. Karena kambing yang hendak disembelih terlihat lebih bersih, sehat dan menawan.
Dian Yanuar Efendi (39) warga Dusun Mojoranu, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, nampak sibuk di belakang rumahnya, Minggu (9/6/2024). Dengan dibantu satu orang, dia menggelandang kambing berbulu putih ukuran besar. Kambing itu kemudian ditambatkan di dekat kandang.
Satu orang yang membantu Dian itu kemudian mengucurkan slang berisi air ke sekujur tubuh kambing. Sedangkan Dian mengoleskan sampo di tubuh kambing. Dia bergegas menggosok sampo hingga memunculkan busa dan bau harum. Kambing yang awalnya mengembik lalu terdiam.
Kambing yang berbau prengus berubah menjadi wangi. Kelar memandikan kambing tersebut, Dian membersihkan tanduk yang melingkar di kepala hewan itu. Ketika pembersihan tanduk selesai, giliran memotong kuku kambing.
Tentu saja, Dian menggunakan alat pemotong berukuran besar. Setelah tuntas, kambing jenis peranakan etawa tersebut kemudian dikeringkan menggunakan hair dryer (pengering rambut). Hal itu ditujukan agar kambing menjadi lebih fresh dan bersih. Juga untuk menghilangkan kutu yang menempel di tubuh kambing.
Satu selesai, Dian dan temannya beralih ke kambing lainnya untuk melakukan hal serupa. Dian menggeluti sektor peternakan kambing sejak 2023. Namun menjelang Hari Raya Iduladha ini ada yang berbeda. Karena selain menjual kambing kurban, warga Dusun Mojoranu ini juga menyewakan jasa penitipan kambing yang hendak disembelih untuk kurban.
Bukan hanya memberikan makan dan minum tiap hari. Tapi juga membersih kambing-kambing tersebut. Orang menyebutnya salon kambing. “Jasa penitipan kambing di sini Rp10-15 ribu/hari. Meski tidak beli di sini, tidak masalah hanya sekadar titip. Termasuk sudah kita mandikan seperti tadi,” kata Dian.

Maka tidak heran, mendekati Iduladha, kandang yang berada di belakang rumahnya penuh dengan hewan berkaki empat itu. Setiap pagi, Dian bersama dua pekerjanya memberikan makan kambing-kambin tersebut.
Keuntungan yang ia dapatkan dari berjualan kambing menjelang hari raya kurban ini meningkat pesat bahkan bisa menyentuh 100 persen. Yakni, kisaran Rp100-150 juta. Kalau hari biasa pemasukan kecil karena pelanggan hanya dari warung sate dan keluarga yang menggelar aqiqah.
“Jenis kambing yang kami jual pun beragam, ada jenis Jawa Randu, Bur, dan Peranakan Etawa atau PE. Harganya beragam mulai dari Rp5 – 8 juta. Tergantung jenis dan ukuran,” kata Dian sembari mengatakan bahwa yang paling banyak dicari adalah jenis PE. [suf]






