Banyuwangi (beritajatim.com) – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi tampak sibuk menjelang perayaan Idul Adha 1445 H. Kesibukan mereka mulai memeriksa hewan kurban yang layak dan memastikan kesehatannya.
Selain itu, Dispertan Banyuwangi juga menyiapkan ratusan Juru Penyembelih Halal (Juleha). Mereka tersebar di seluruh Banyuwangi untuk memastikan dan menjamin hasil potong hewan kurban tersebut halal.
Jumlah Juleha setidaknya ada 200 orang. Mereka terdiri dari perwakilan pengurus masjid yang tersebar di Banyuwangi, termasuk organisasi masyarakat juga telah diberikan peningkatan kompetensi.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto mengatakan, para Juleha sebelumnya juga mendapatkan pelatihan yang mencakup berbagai aspek teknis dan syar’i dari penyembelihan hewan. Pelatihan tersebut juga berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi.
“Para juru sembelih ini dibekali dengan pengetahuan tentang teknik penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam,” ungkap Nanang.
Selain itu, lanjut Nanang, mereka juga dilatih dalam penanganan hewan sebelum dan sesudah disembelih. Termasuk, pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan selama proses penyembelihan.
“Kami juga mulai keliling melakukan pemeriksaan hewan. Kami ingin memastikan bahwa daging kurban yang dihasilkan benar-benar halal, dan memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang ketat,” kata Nanang.
Selain pelatihan juru sembelih, Dispertan Banyuwangi juga telah mempersiapkan berbagai fasilitas penunjang, seperti Rumah Potong Hewan (RPH) yang bersih dan memenuhi standar kesehatan.
“Kita sudah punya 8 RPH yang tersebar di Kabupaten Banyuwangi dan sudah tersertifikasi halal semua. RPH ini juga siap melayani masyarakat dalam rangka membantu proses pemotongan hewan kurban,” ujar Nanang. [rin/beq]






