Malang (beritajatim.com) – Dr. Dwi Maryono dinobatkan sebagai lulusan terbaik wisuda periode ke-73 tahun 2024 program studi S3 pendidikan agama Islam Universitas Islam Malang (Unisma). Dwi, sapannya, lulus dalam waktu tempuh 5 Semester memiliki IPK 3,78 predikat dengan pujian.
Pria asal Madiun ini membahas tentang ‘Entrepreneurial spirit dalam mengembangkan pondok pendidikan islam multikultural di pesantren Bahrul Maghfiroh Malang,’. Dalam disertasi, Dwi menemukan bahwa semangat wirausaha berelasi dengan konsep islam multikultural.
“Penanaman sifat siddiq amanah tabligh fathana, ditujukan membentuk sikap multikultural. Di dalam 4 sifat sudah ada semangat wirausaha,” ujar Dr. Dwi kepada beritajatim.com, Kamis (6/5/2024).
Dalam proses menjalani studi doktoral pria yang juga menjabat sebagai biro pendidikan , riset, dan SDM di Unisma ini memberi tips agar bisa lulus tepat waktu dan berkualitas. Menurut Dwi, kunci yang pertama adalah manajemen waktu.
“Mulai saya kuliah di awal, bahwa para dosen mewanti wanti, memberikan tips dan trik untuk bisa segera selesai. Menyempatkan diri setiap shalat subuh membaca 3 lembar halaman, itu bisa apa saja, bisa jurnal atau Al Quran, atau yang lain,” ujarnya.
Di samping itu, setelah shalat isya’ dapat dijadikan waktu untuk menulis teks, dengan satu dua lembar dari hasil bacaan. Menurut Dwi, menulis tidak perlu berlebihan karena juga dapat menyebabkan narasi yang dibuat kurang maksimal.
“Atau biasanya rutinitas menulis itu bisa kita lakukan setelah salat malam. Menulis dua halaman itu cukup, sembari menunggu subuh. Kadang kalau saya susah tidur saya baca buku sebelum tidur. Rutinitas ini berjalan sejak semester 1 sampai lulus S3 ini,” kisah Dwi.
Selama menjalani studi doktoral di Unisma, Dr. Dwi memiliki kesan yang baik. Menurutnya, dosen Unisma punya sikap ramah, mulai dari awal selalu memotivasi dan membimbing.
“Kedua, situasi dan lingkungan belajar religius sebagai jalan untuk lebih jauh eksplorasi Islam yang didengungkan Unisma. Ajaran itu sesuai dengan situasi dan kondisi zaman sesungguhnya,” ucap Dr Dwi menutup.
Pada kesempatan berbeda Wakil Rektor 1 Unisma, Prof. Junaidi Mistar menjelaskan bahwa wisuda ke 73 Unisma tahun 2024 adalah untuk mahasiswa yang lulus mulai periode Desember 2023, Januari, Februari, Maret, April 2024.
“Dalam periode tersebut, kita meluluskan sejumlah 1.095. Seremonialnya alan dilakukan dua kali, pada 8 dan 15 Juni 2024. Kita atur sedemikian rupa, pada 8 Juni 2024 diikuti 548 peserta dengan 5 fakultas, sisanya pada tgl 15,” ujar Prof Jun di lantai 6 gedung Rektorat Unisma.
Dijelaskan Prof Jun, lulusan periode ke-73 didominasi oleh mahasiswa yang lulus 7 semester untuk sarjana, 3 semester untuk magister, dan 5 semester program Doktor. Lulusan terbaik periode, sebagian besar 7 semester.
Pihaknya berharap setiap kelulusan sudah membekali sesuai kompetensi keilmuannya dengan tiga pembuktian, yaitu transkrip. akademik, sertifikat kompetensi, dan SKPI. Dengan dokumen itu, kelompok mahasiswa lulusan yang menjadi jobseeker dapat meningkatkan daya tawar mencari kerja.
“Untuk lulusan sudah ditelusuri oleh CDC Unisma dengan indikator kecepatan mendapat pekerjaan pertama dan besaran gaji dan pekerjaan pertama,” ujarnya.
Saat ini pada milestone entrepreneur university Unisma membekali lulusan dengan jiwa entrepreneur. Unisma sejak kurikulum 2017 telah masukkan MKU kewirausahaan yang bersifat wajib.
“ Mahasiswa memang dididik jiwa kewirausahaannya, menekankan nilai dan jiwa kewirausahaan. Punya keberanian ambil resiko. Jadi bukan hanya buka usaha atau menjadi pengusaha tapi bagaimana memiliki jiwa kewirausahaan,” kata Prof Jun menutup. (dan/but)






