Surabaya (beritajatim.com) – Ueno Family, sebuah keluarga multikultural yang tinggal di Jepang, telah menjadi viral di TikTok berkat pola asuh unik yang diterapkan oleh orang tua mereka. Keluarga ini terdiri dari seorang ibu asal Indonesia, tepatnya dari Tulungagung, yang menikah dengan pria Jepang, dan dua anak mereka, Natsuki dan Ritsuki.
Selain tingkah lucu Ritsuki dan Natsuki, yang menjadi perhatian utama dari keluarga ini adalah bagaimana mereka selalu mengajarkan anak-anaknya untuk mengucapkan tiga kata dasar yang mencerminkan sikap sopan santun, yaitu “maaf,” “tolong,” dan “terima kasih.” Selain itu, keluarga ini juga terbiasa menggunakan tiga bahasa di rumah mereka: Indonesia, Jawa, dan Jepang.
Sang ibu atau akrab dikenal Mama Mega kerap membagikan momen di mana anak-anaknya dengan sopan mengucapkan kata-kata tersebut. Misalnya, Natsuki dan Ritsuki sering terlihat mengucapkan “arigato” setelah menerima bantuan, “gomenasai” saat mereka melakukan kesalahan, dan “tolong” saat meminta bantuan. Pola asuh ini menekankan pentingnya etika dan kesopanan sejak usia dini.
Selain mengajarkan nilai-nilai kesopanan, keluarga Ueno juga membiasakan anak-anak mereka untuk berbicara dalam tiga bahasa. Bahasa Indonesia dan Jawa membantu anak-anak tetap terhubung dengan akar budaya sang ibu, sementara bahasa Jepang membantu mereka berintegrasi dengan lingkungan sekitar. Kebiasaan trilingual ini tidak hanya memperkaya kemampuan linguistik anak-anak tetapi juga memperkuat ikatan budaya mereka.
Kisah keluarga Ueno telah menarik perhatian banyak pengguna TikTok, yang terinspirasi oleh pendekatan mereka dalam mengasuh anak. Video-video mereka yang menunjukkan interaksi sehari-hari dan pengajaran nilai-nilai dasar kehidupan telah mendapatkan banyak pujian dan dukungan dari pengikut di seluruh dunia.
Keluarga Ueno telah membuktikan bahwa nilai-nilai positif dan pendidikan karakter dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terlepas dari latar belakang budaya yang berbeda. Dengan terus mengajarkan kata-kata dasar yang penuh makna dan menciptakan lingkungan trilingual, mereka tidak hanya membangun keluarga yang harmonis tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk menerapkan nilai-nilai yang sama dalam keluarga mereka sendiri. [aje]






