Lamongan (beritajatim.com) – Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Ngimbang resmi beroperasi. Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, pada Jumat (31/5/2024).
Selain itu, RS ini juga sedang dalam proses penyediaan pembangunan poli hemodialisia (HD). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk akselerasi pembangunan infrastruktur rumah sakit.
“Alhamdulillah ada sesuatu yang baru. Kita terus bergerak untuk terus maju. Terima kasih NICU telah diresmikan, ini sebuah keharusan untuk meningkatkan layanan kesehatan,” kata Bupati Yuhronur, Jumat (31/5/2024).
Dengan hadirnya NICU, Yuhronur berharap, sejumlah masalah kesehatan, utamanya yang dialami ibu dan bayi dapat ditangani secara intensif dan cepat. Tak hanya itu, kehadiran NICU juga mampu mempermudah akses masyarakat.
NICU di RSUD Ngimbang tersebut dilengkapi ruang perinatologi, ruang ibu menyusui, ruang penyimpanan ASI, ruang perawat, dan lainnya.
“Pelayanan infrastruktur yang dibangun pemerintah ini akan terus berkembang sebaik-baiknya. Di selatan sudah ada RSUD Ngimbang, RSUD Soegiri untuk wilayah tengah, wilayah barat ada RSUD Karangkembang, dan di utara sebentar lagi ada RSUD Ki Ageng Brondong,” paparnya.
Lebih lanjut, tambah Yuhronur, Pemkab Lamongan akan terus memasifkan program Laserku (Lamongan Sehat dan Sejahtera dengan Kunjungan Rumah) guna menjangkau warganya yang tidak dapat datang langsung ke rumah sakit.
Menurutnya, program Laserku merupakan wujud ketanggapan Pemkab Lamongan dalam menjamin kesehatan masyarakat dengan berbagai pelayanan.
“Semakin lama, layanan kesehatan semakin baik. Tentu ini akan mengungkit usia harapan hidup di Lamongan. Angka harapan hidup saat ini sudah lumayan tinghi, mencapai 74 tahun. Mari kita terus tekadkan niat yang sama satu visi,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Ngimbang dr. Abdullah Wasi’an membenarkan bahwa RSUD Ngimbang saat ini sedang dalam proses penyediaan pembangunan poli hemodialisia (HD). Poli tersebut nantinya akan dilengkapi empat hospital bed.
“Untuk menjawab kebutuhan warga Lamongan, hemodialisia kita canangkan tahun depan akan bisa running. Kami merencanakan ada 4 tempat tidur. Pak Bupati minta 10 kalau bisa, tapi untuk persyaratan awal kita ada empat 4 dulu karena dokter kita juga masih dari RSUD Soegiri,” paparnya. [riq/beq]






