Blitar (beritajatim.com) – Kota Blitar memiliki komoditas buah unggulan di Indonesia. Buah tersebut adalah Belimbing Karangsari.
Belimbing Karangsari ini sudah ada sejak tahun 1982 lalu. Kala itu Belimbing Karangsari ditanam di lahan bengkok desa.
Baru pada tahun 1994, pemerintah desa berinisiatif mendirikan agrowisata Belimbing Karangsari hingga saat ini. Kini rata-rata per pohon Belimbing Karangsari bisa menghasilkan 1 kuintal setiap panen.
Dimana dalam satu tahun agrowisata ini bisa melakukan panen sebanyak 4 kali. Luas agrowisata Belimbing Karangsari sendiri terus bertambah hingga sekarang mencapai 5,5 hektar.
“Blimbing Karangsari ini lebih manis dari jenis yang lain, uniknya Belimbing Karangsari ini hanya terasa lebih manis jika ditanam di sini tapi kalau ditanam di lokasi lain tidak semanis ini,” kata Agus Riyanto, Lurah Karangsari, Sabtu (25/5/2024).
Belimbing Karangsari ini memiliki ukuran yang lebih besar serta lebih manis. Warna Blimbing Karangsari ini juga lebih menarik.
Tekstur daging Belimbing Karangsari ini juga lebih lembut dan memiliki kadar air yang tinggi. Sehingga terasa segar saat dikonsumsi.
“Lebih manis terus lebih besar juga teksturnya juga lebih lembut dan lezat,” bebernya.
Belimbing Karangsari ini kini telah dipasarkan ke seluruh wilayah Jawa Timur. Harga jualnya pun masih relatif murah yakni Rp. 10 rupiah per kilogramnya.
Bila tertarik menikmati buah Belimbing Karangsari bisa langsung datang ke agrowisata. Selain bisa makan langsung, wisatawan juga bisa belajar tentang budidaya tanaman belimbing. [owi/beq]






