Gresik (beritajatim.com) – Pembangunan proyek Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di ring satu Gresik. Salah satu yang turut merasakan dampaknya adalah Fuifatul Hidayah (50) pelaku UMKM yang membuka alat tulis kantor Toko Estu di Perumahan Gresik Kota Baru (GKB).
Sebelum ada proyek Smelter PTFI, Bu Ifa sapaan akrabnya membuka usaha jasa fotokopi sejak tahun 2013. Rumah tempat tinggalnya disulap menjadi tempat usaha. Setelah hampir 9 tahun membuka usaha itu. Ibu dua anak ini mengaku sangat berat. Pasalnya, mesin fotokopi kerap kali menjalani service, atau perawatan.
“Saya dulu membuka usaha fotokopi melayani anak sekolah maupun karyawan. Ramai sekali saat itu. Tapi kendalanya mesin fotokopi kami kerap ngadat, dan butuh waktu untuk memperbaiki,” ujarnya, kepada beritajatim.com, Selasa (14/5/2024).
Karena seringkali mengalami perawatan, dan hasilnya tidak sesuai. Ditambah ada covid-19 melanda selama 2 tahun. Jasa fotokopi yang digelutinya semakin sepi. Terlebih lagi saat itu, banyak siswa sekolah yang beralih ke gadget sewaktu mengikuti pelajaran maupun ujian.
Belajar dari pengalaman itu, Fuifatul Hidayah bersama suaminya Ainul Huda (60) beralih ke usaha alat tulis kantor (ATK). Usaha baru ini, semula berjalan seperti biasa mengingat masyarakat mengenalnya usaha jasa fotokopi.

Setelah berjalannya waktu, usaha ATK ini menemukan titik puncaknya saat ada proyek pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik tahun 2021 hingga sekarang. Ifa mengaku keberadaan proyek tersebut, terasa manfaatnya. Setiap bulan banyak karyawan Smelter yang order ATK di toko.
“Biasanya saat tanggal muda banyak orderan. Alhamdulillah bisa membantu kebutuhan. Apalagi kami sudah bekerjasama dengan Smelter PTFI. Mereka percaya sama kami. Padahal bisa saja mengambil orderan di Surabaya,” ungkap Ifa sambil tersenyum.
Diakui Ifa dampak dari proyek PTFI ini sangat positif sekali, proyek Smelter ini benar-benar sangat membantu usahanya sampai sekarang.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih. Dengan adanya proyek Smelter PTFI, kebutuhan ATK kantor bertambah sehingga usaha kami tambah lancar. Kami juga mengerti apa yang dibutuhkan,” paparnya.
Banyaknya orderan ini juga diamini oleh anak keduanya Noor Variha Amaliana (24). Semenjak permintaan barang dari toko ATK nya naik, Nura terjun langsung membantu ibunya.
“Yang banyak diorder biasanya kertas 3 box, alat tulis, serta tempat menyimpan file. Seminggu bisa dua kali bahkan lebih dari itu. Harapannya kerjasama ini bisa terus dilanjut. Dulu sebelum banyak orderan seperti sekarang saya tidak membantu ibu, tapi sekarang wajib bantu,” katanya.
Dengan dibantu satu pegawainya, Fuifatul Hidayah dan putrinya Noor Variha Amaliana bersama suaminya Ainul Huda masih terus menggeluti usaha ATK dengan memberi nama tokonya ‘Estu’ yang artinya ‘Pangestu’ (Baik). Dari arti nama itu, kedua pasangan suami istri itu bersyukur bisa merasakan dampak positif adanya proyek pembangunan Smelter PTFI di Gresik. [adv/dny]






