Malang (beritajatim.com) – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (FS UM) mengadakan pertunjukan teater bertajuk Prasetya Ekalaya. Sesuai dengan namanya, pertunjukan ini mengangkat cerita tentang Prasetya Ekalaya. Menariknya, pentas ini akan mempertemukan adu peran antara dosen dengan mahasiswa FS UM.
Ketua Program Studi S1 Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Karkono S.S., M.A., menjelaskan bahwa pentas ini dalam rangka menyemarakkan Navastra tutup semester genap 2023-2024. Acaranya bertempat di aula AVA Fakultas Sastra UM, pada Kamis, mulai pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB.
“Tahun ini mengangkat cerita Prasetya Ekalaya, Acara Navastra tahun kedua ini akan berbeda dari tahun sebelumnya karena ada kolaborasi pemain (mahasiswa) dengan para Dosen Fakultas Sastra. Navastra sudah kali kedua, tapi untuk kolaborasi dosen baru tahun ini,” ungkap Karkono, Rabu (15/5/2024).
Dosen sastra UM ini menyebut bahwa Prasetya Ekalaya adalah cerita adaptasi naskah Nanang HP tentang tokoh Ekalaya. Ekalaya dikisahkan giat mencari ilmu, salah satunya ilmu memanah.
Menurut Karkono, Prasetya Ekalaya ini sangat relevan ditampilkan karena mengangkat cerita tentang pembelajaran. Di samping itu juga tentang ajaran untuk berbakti pada guru.
“Untuk tingkat pemesanan tiket yang terpampang pada flyer maupun informasi yang tersebar, itu hanya untuk mengatur kapasitas dan penonton. Dengan kata lain acara tersebut gratis,” ujarnya.

Penampilan teater ini bertujuan untuk mengundang masyarakat datang ke UM. Termasuk juga agar masyarakat dapat menyaksikan Navastra yang kegiatan utamanya adalah pameran karya hasil perkuliahan para mahasiswa.
“Ternyata antusias luar biasa, baru dibuka beberapa jam, kuota sudah terpenuhi,” ucapnya.
Pentas ini, kata Karkono, menjadi wujud pengenalan dan pelestarian budaya, terutama budaya Jawa. Dikemas secara hibrida antara teater tradisional dan modern dengan gerakan tari diiringi karawitan yang berdialog menggunakan bahasa Indonesia.
“Semoga acara ini dapat meningkatkan kolaborasi antara mahasiswa dan Dosen dalam berkarya,” kata ucap dosen sastra Indonesia UM ini menutup. [dan/aje]






