Surabaya (beritajatim.com) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan dengan melunasi obligasi senilai USD 553 juta. Pelunasan ini merupakan bagian dari strategi PGN untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan fleksibilitas keuangan perusahaan.
“Pelunasan obligasi ini merupakan bukti nyata komitmen PGN dalam menjalankan bisnis secara prudent dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama. “Dengan struktur keuangan yang kuat, PGN akan lebih leluasa dalam menjalankan strategi bisnisnya untuk mendukung program transisi energi nasional.”
Obligasi yang dilunasi terdiri dari dua bagian, yaitu:
- Obligasi PT Saka Energi Indonesia (SAKA) senilai USD 156 juta yang telah dilunasi pada 5 Mei 2024. Obligasi ini diterbitkan pada tahun 2017 dengan jangka waktu 7 tahun dan merupakan bagian dari strategi SAKA untuk meningkatkan efisiensi bisnis.
- Obligasi PGN senilai USD 397 juta yang akan dilunasi pada 15 Mei 2024. Obligasi ini diterbitkan pada tahun 2014 dengan jangka waktu 10 tahun dan merupakan salah satu sumber pendanaan PGN untuk pengembangan infrastruktur gas bumi.
Pelunasan obligasi ini dilakukan dengan menggunakan kombinasi pendanaan internal dan eksternal sesuai dengan rencana yang telah dianggarkan dalam RKAP perusahaan 2024.
“Kami bersyukur atas kepercayaan investor yang telah memberikan dukungan kepada PGN selama ini,” tambah Rachmat. “Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tandasnya. [rea/ian]






