Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Seni Rupa Murni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) yang juga penyandang disabilitas tuli, Zulfiana Rofi’atul Asiyah, berpartisipasi dalam pameran lukis Voice of Colors. Zulfiana memamerkan karyanya di Satunesia dan Galeri Zen1 di Jakarta Pusat.
Sebelum pameran diselenggarakan, Opi, sapaannya, bersama penyandang tuli pelukis yang bakal memamerkan karya terlebih dahulu mendapatkan pelatihan dari Satunesia. Pelatihan ini dipandu oleh seniman lukis sehingga mereka mendapatkan pembekalan terlebih dahulu sebelum pameran.
Dari pelatihan tersebut pula, peserta membuat karya terlebih dahulu untuk dipamerkan.
“Awal bulan Februari aku mendaftar, karyaku terpilih. Aku diundang ke Jakarta untuk mengikuti workshop selama 1 bulan,” ungkap Opi saat ditanya bagaimana ia bisa mengikuti pameran tersebut.
Opi merasa senang karena sebelum pameran diberi pelatihan terlebih dahulu. Menurut Opi, workshop tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya.
“Aku antusias karena pelatihnya sangat kompeten di bidangnya. Pelatihnya itu seniman lukis profesional sehingga aku banyak belajar darinya,” katanya.
Dari workshop tersebut, ia melukis tiga lukisan. Di pameran, ia memamerkan lima lukisan. Tiga lukisannya terjual saat lelang di hari terakhir pameran. “Lumayan, ada tiga lukisan laku dilelang,” ucapnya tentang lukisan yang mencakup banyak tema.
Opi juga mengungkapkan bahwa pada pameran terakhir yang diikuti tersebut, ketersediaan juru bahasa isyarat sangat membantu berkomunikasi dengan publik dan pengunjung. “Pada pameran terakhir di Jakarta “Suara dalam Karya”, terdapat akses JBI yang mempermudahkannya.
“Saya mudah untuk berkomunikasi dan menjelaskan karya-karya saya kepada audiens sehingga saya bisa menjawab mereka merasa bertanya-tanya,” ujarnya.
Opi sangat memperhatikan aksesibilitas kegiatan pada penyandang Tuli. Ia menyoroti ketersediaan juru bahasa isyarat sangat penting di kegiatan, utamanya yang melibatkan Tuli sebagai peserta atau penyelenggara.

“Pameran tersebut merupakan salah satu pameran terbaik saya, dan saya berharap kedepannya untuk pameran di Indonesia dapat disediakan akses JBI untuk para seniman Tuli. Tentu tidak ada alasan kan tidak ada dana untuk JBI,” ungkapnya.
Voice of Colors, atau yang dikenal juga dengan “Suara dalam Karya”, adalah pameran dan lelang lukisan teman-teman Tuli pelukis yang mempromosikan inklusi-disabilitas di Indonesia. Selain pameran lukisan, kegiatan ini juga diadakan talkshow yang mengundang pembicara ahli di bidang mereka masing-masing, terutama dalam hal inklusi.
Satunesia memang dikenal sebagai organisasi yang memperhatikan inklusi-disabilitas. Zulfiana, yang akrab dipanggil Opi, merupakan Tuli pelukis yang telah malang melintang mengikuti berbagai pameran lukisan.
Saat ini, ia merupakan mahasiswa semester 8 Seni Rupa FIB UB. Sebelum pameran lukisan ini, Opi telah mengikuti beberapa pameran lukisan di Semarang, Demak, Yogyakarta, dan Malang. Ia aktif melukis sejak kecil dan sangat tertarik dengan karya visual seperti lukisan.
Ia juga aktif di berbagai organisasi di kampus dan luar kampus seperti Akartuli Malang. Selain Opi, ada pula beberapa Tuli pelukis dari berbagai daerah di Indonesia.
Sesuai tujuannya, pameran dan lelang tersebut hendak mempromosikan karya, membangun solidaritas yang inklusif. Pameran ini diharapkan dapat mendorong kolektor seni lukis untuk mengenal dan mengoleksi karya yang beragam. [dan/beq]






