Jakarta (beritajatim.com) – PSSI punya target jangka panjang untuk sepak bola putri Indonesia. Srikandi Merah Putih diharapkan menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di kemudian hari.
Hal itu disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir ketika melihat langsung aksi Timnas U-17 Putri Indonesia di ajang Piala Asia U-17 di Bali.
Menteri BUMN itu mengakui bahwa Indonesia masih dalam tahap membangun sepak bola wanita dari bawah. Tapi ia memastikan bahwa PSSI serius mempersiapkan timnas dan sepak bola wanita secara total.
Dimulai memilih pelatih top sepak bola wanita dunia, Satoru Mochizuki dari Jepang. PSSI sukses melobi pelatih yang sukses mengantarkan timnas wanita Jepang meraih peringkat dua Olimpiade 2012.
Indonesia, kata Erick, memang memulai menata sepak bola wanita dari posisi minus. Mulai dari akses, fasilitas, hingga pemain serta kompetisi, sepak bola putri butuh peningkatan masif.
“Karena itu kami mendatangkan coach Mochi sekaligus bekerja sama dengan federasi sepak bola Jepang JFA untuk menata secara total. Ini adalah misi jangka panjang yang meski kondisi awal kita minus tapi kita harus memulainya dengan bekal keseriusan, konsistensi, dan semangat. Saya yakin ini adalah awal dari kebangkitan sepak bola wanita kita,” ujar Erick dalam keterangan resminya.
Erick menegaskan, sesuai dengan roadmap transformasi sepak bola nasional, sepak bola wanita akan menjadi salah satu fokus.
Erick menilai dengan sistem jangka panjang, Indonesia bakal memiliki timnas sepak bola wanita yang semakin tangguh.
“Dalam lingkup sepak bola nasional, kita tidak boleh menganaktirikan sepak bola wanita. Selama ini kita memang belum memiliki training center jangka panjang. Kita akan bangun secara bertahap dimulai dari level nasional kemudian turun ke level provinsi dan lebih mikro lagi untuk menjaring bakat-bakat sepak bola wanita Indonesia,” kata Erick. [faw/aje]






