Jakarta (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) mengawali tahun 2024 dengan gemilang. Bank ini mencatatkan kinerja positif di berbagai lini sepanjang Triwulan Pertama 2024. Hal tersebut diungkapkan dalam Pemaparan Publik bankjatim yang diadakan di Hotel Alila Jakarta pada hari Senin (29/4/2024).
Pemaparan dihadiri oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman, Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah bankjatim R. Arief Wicaksono, Direktur IT & Digital bankjatim Zulhelfi Abidin, Direktur Keuangan, Treasury & Global Services bankjatim Edi Masrianto, Direktur Manajemen Risiko bankjatim Eko Susetyono, dan Direktur Operasi bankjatim Arif Suhirman.
Aset bankjatim mengalami pertumbuhan yang solid sebesar 4,37 persen (YoY) menjadi Rp 100,8 triliun. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan aset produktif, terutama dari penyaluran kredit. Kredit bankjatim tumbuh 18,76 persen (YoY), melampaui rata-rata nasional 12,40 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh strategi bankjatim yang fokus pada akuisisi pasar bisnis yang lebih luas, terutama pada sektor riil/produktif.
Kredit Konsumtif dan Kredit Produktif yang Kuat
Kredit konsumtif bankjatim mencapai Rp 31,3 triliun, naik 7,40 persen (YoY). Pertumbuhan ini didorong oleh momentum penerimaan tenaga ASN dan P3K, momen libur Idul Fitri, serta peningkatan kredit properti.
Kredit produktif bankjatim menunjukkan pertumbuhan yang lebih pesat, mencapai Rp 25,6 triliun atau naik 36,34 persen (YoY). Pertumbuhan ini ditopang oleh tingginya permintaan kredit dari segmen mikro (naik 36,63 persen), ritel & menengah (naik 58,40 persen), dan korporasi (naik 17,97 persen).
Penyaluran Kredit yang Sehat dan Berkualitas
Penyaluran kredit yang baik ini mendorong rasio LDR bankjatim menjadi 70 persen, menunjukkan bahwa bank ini memiliki kemampuan yang sehat untuk membiayai operasinya.
Kualitas kredit bankjatim juga menunjukkan perbaikan, dengan rasio Non Performing Loan (NPL) Gross turun dari 3,03 persen pada Triwulan I 2023 menjadi 2,82 persen pada Triwulan I 2024. Penurunan NPL ini menunjukkan bahwa bankjatim berhasil mengelola risiko kreditnya dengan baik.
”Kami akan terus menambah tenaga Account Officer untuk memperbesar pertumbuhan kredit pada sektor produktif. Sedangkan untuk kredit konsumtif yang menjadi captive market tetap akan dimaksimalkan melalui momentum penerimaan tenaga ASN dan P3K, momen libur Idul Fitri, serta peningkatan pertumbuhan kredit dari sektor properti untuk peningkatan penyaluran kredit konsumtif,” ungkap Direktur Utama bankjatim Busrul Iman.
Penguatan Layanan Digital dan Jaringan Agen
bankjatim terus memperkuat layanan digitalnya melalui JConnect. Pada Triwulan I 2024, JConnect Mobile mengalami pertumbuhan pengguna yang signifikan, mencapai 677.362 user (naik 25,77 persen) dengan nominal transaksi Rp 4,9 triliun (tumbuh 66,6 persen). JConnect QRIS juga menunjukkan performa yang gemilang, dengan 151.404 user (naik 113,74 persen) dan nominal transaksi Rp 126,43 miliar (meningkat 173,84 persen).
Jumlah Agen Jatim, jaringan agen bankjatim, juga mengalami pertumbuhan pesat, mencapai 8.815 user (naik 137,28 persen) dengan nominal transaksi Rp 18,78 miliar. Pertumbuhan Agen Jatim ini menunjukkan komitmen bankjatim untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di daerah pelosok.
Busrul menerangkan, manajemen berkomitmen untuk selalu berusaha menciptakan value creation agar perseroan dapat terus bertumbuh sebagai entitas bisnis regional yang berorientasi dalam skala yang lebih luas. Salah satunya melalui pertumbuhan unorganic.
Merespon adanya wacana dari OJK terkait kepemilikan BPR milik Pemda, lanjut Busrul, bankjatim telah memiliki business model untuk kerjasama dengan BPR diwilayah Jawa Timur yang bernama APEX BPR Bank Jatim. Kerja sama yang telah berjalan selama ini antara lain meliputi fungsi pooling of funds, financial Assistance seperti mismatch fund dan linkage program, serta technical assistance seperti penyediaan IT & Pengembangan produk dan pelatihan SDM.
”Secara total, jumlah anggota APEX BPR Bank Jatim berjumlah 98 BPR (milik pemda dan/atau non Pemda) dengan outstanding pinjaman khusus untuk BPR milik Pemda berjumlah Rp 22,7 miliar. Lalu hal yang masih sedang berjalan saat ini dan terus menunjukkan progress adalah KUB dengan 3 BPD yang menjadi kandidat,” ungkapnya.
Penghargaan dan Pengakuan Atas Kinerja Positif
Kinerja positif bankjatim di awal tahun 2024 ini tidak luput dari perhatian para pemangku kepentingan. Bankjatim berhasil meraih berbagai penghargaan di Triwulan I 2024, seperti:
- Indonesia Public Relation Awards (IPRA) 2024
- Hari Pers Nasional 2024
- Top BUMD Award 2024
- Indonesia Corporate Secretary & Communication Awards (ICCA) ke IX
- 13th Infobank – Isentia Digital Brand Recognition 2024
- Digital Technology & Innovation Awards 2024
Penghargaan-penghargaan ini menjadi bukti bahwa bankjatim telah diakui sebagai salah satu bank daerah terbaik di Indonesia.
Komitmen Menuju Masa Depan yang Cerah
Kinerja positif di awal tahun 2024 ini menunjukkan bahwa bankjatim berada di jalur yang tepat untuk mencapai target yang telah ditetapkan di tahun 2024. Bankjatim berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan nilai tambah bagi para nasabah dan pemangku kepentingan. [rea/ian]






