Surabaya (beritajatim.com) – Untag Surabaya berhasil mendapatkan pendanaan untuk enam kelompok PKM, termasuk satu dari kategori PKM Penerapan Iptek (PKM-PI).
Dipimpin oleh Henry Satya Yuwana dari Teknik Arsitektur, mereka mengajukan PKM-PI dengan judul ‘Rusun Maggot – Desain Arsitektural Tempat Budi Daya Maggot dengan Keunggulan Siklus Terintegrasi Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Poktan Maju Makmur’
Anggota tim meliputi Nabila Ayu Farras Luthfiyah dan Alya Virananda dari Prodi Teknik Industri, serta Abdullah Farel Bahtiar dari Prodi Teknik Arsitektur.
Henry menjelaskan bahwa judul ini dipilih untuk meningkatkan budidaya maggot yang telah ada, berdasarkan keluhan warga terkait sistem budidaya yang belum optimal.
“Kami mendengar keluhan dari warga terkait masalah dalam sistem budidaya yang saat ini sedang dikembangkan oleh mitra kami, namun belum mencapai tingkat optimal. Beberapa masalah tersebut kemudian kami angkat menjadi judul penelitian,” kata Henry, Senin (29/4/2024).
Adapun langkah awal yang diambil oleh Henry adalah melakukan koordinasi dengan tim dan berkomunikasi dengan dosen pembimbingnya. Tujuannya adalah agar proyek ini dapat segera dimulai, mencapai target awal untuk observasi, survei, dan pembelian bahan.
Sementara itu, Dosen Pembimbing PKM Febby Rahmatullah Masruchin menambahkan bahwa proyek ini juga bertujuan untuk berkontribusi pada upaya lingkungan Surabaya, khususnya dalam pengelolaan sampah.
“Surabaya memiliki fokus yang kuat terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah. Salah satu cara masyarakat dapat membantu pemerintah dalam upaya tersebut adalah dengan mengelola sampah, salah satunya melalui budidaya maggot,” jelasnya.
Ia pun menekankan pentingnya menjadikan PKM sebagai prestasi yang dihargai bagi mahasiswa Untag Surabaya. Baginya, PKM sebagai momen penting mengembangkan kemampuan berpikir, akademis, inovasi, dan kreativitas. [ipl/kun]






