Bojonegoro (beritajatim.com) – Narapidana terorisme (napiter) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro mendapat pembebasan bersyarat. Napiter dengan inisial Baharuddin Azzam alias Bahar bebas pada Selasa, 23 April 2024 kemarin.
Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro Sugeng Indrawan mengatakan, napi terorisme beralias Azzam itu mendapat pembebasan bersyarat sebagai hasil implementasi deradikalisasi napiter dan wujud keberhasilan dari pola pembinaan yang telah di terapkan.
Sugeng menambahkan, narapidana tersebut bebas karena mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB) berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : PAS-701.PK.05.09 Tahun 2024 tanggal 18 April 2024 tentang Pembebasan Bersyarat Narapidana atas nama Baharudin Azzam Als Azzam Als Bahar Als Abah Karno Als Slamet Bin Sakiman.
“Ini merupakan satu langkah dari Lapas Bojonegoro dalam keberhasilan pelaksanaan program pembinaan,” ujarnya.
Sebelumnya perlu diketahui bersama bahwa Pembebasan Bersyarat ini di usulkan pasca program Deradikalisasi Napiter dan telah Ikrar Setia NKRI pada Januari lalu. Selain itu, Warga Binaan Napiter itu juga aktif dalam mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian maupun kemandirian.
“Warga Binaan Napiter ini juga tidak pernah melanggar aturan yang di terapkan di Lapas Bojonegoro,” tambahnya.
Untuk diketahui, sebelum pembebasan, Lapas Bojonegoro melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror/Polri, Polres Bojonegoro, dan Kodim 0813 Bojonegoro.
Setelah dikeluarkan dari Lapas, dengan beberapa pendampingan APH (Aparat Penegak Hukum) pembebasan Narapidana Terorisme ini selanjutnya diserahkan kepada Bapas Bojonegoro untuk dilakukan pembimbingan setelah keluar dari Lapas Bojonegoro secara bertahap.
Usai bebas, Azzam mengaku senang. Selama menjalani kurungan di Lapas Bojonegoro menjadi tempaan bagi dirinya lebih baik dalam menjalani kehidupan. Ia juga memberikan nasihat kepada para napi yang masih di Lapas Bojonegoro agar berperilaku baik. “Secara pribadi saya bahagia sekali bisa bertemu dengan keluarga lagi,” ungkapnya.[lus/aje]






