Bangkalan (beritajatim.com) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan menilai klaim tentang tingkat kegemaran membaca warga setempat cukup tinggi.
Survei tersebut dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bangkalan, dengan hasil tingkat kegemaran membaca (TGM) tertinggi kelima se-Jawa Timur.
Namun, hal ini tak sama dengan penilaian dari anggota dewan setempat. Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nurhasan menilai, metode survei itu tidak imbang karena hanya mencakup tujuh kecamatan.
Nurhasan menyebut hasil survei tersebut tidak bisa dijadikan acuan karena metodenya tidak berimbang. Apalagi sampel survei menggunakan wilayah yang memiliki akses keilmuan yang dekat.
“Surveinya dilakukan di beberapa kecamatan yang memang memiliki kemudahan untuk mendapatkan bahan untuk dibaca misalnya sampel di sekitar perguruan tinggi,” terangnya, Senin (22/4/2024).
Dia mengungkapkan, persoalan minat baca cukup kompleks. Sehingga survei harus dilakukan di seluruh wilayah sehingga bisa mendapatkan hasil yang menyeluruh.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusip Bangkalan, Cristine Sri Hayati mengatakan, terdapat beberapa indikator yang menentukan hasil survei. Bahkan, survei juga dilakukan bersama Dispusip Jatim dan Universitas Airlangga.
“Indikator yang digunakan yakni frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah buku yang dibaca, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet,” pungkasnya. [sar/ian]






