Surabaya (beritajajatim.com) – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengantisipasi maraknya upaya curang dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024.
Salah satu langkah antisipasi adalah dengan menggunakan data dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh menjelaskan, bahwa PPDB 2024 menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun sebelumnya, dan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya.
“Antisipasinya kita PPDB pakai data mulai tahun kemarin, kita pakai data Dispendukcapil, data anak nanti searchingnya NIK (Nomor Induk Kependudukan),” kata Yusuf Masruh, Senin (22/4/2024).
Koordinasi dengan Dispendukcapil dilakukan untuk memastikan data CPDB akurat. NIK CPDB akan dicocokkan dengan data Dispendukcapil untuk menentukan wilayah sekolahnya.
“NIK di-searching nanti keluar pilihan sekolah wilayahnya masing-masing. Tapi di situ kita beri batasan, anak punya harapan misal 4-5 sekolah, nanti pilihnya sesuai kebutuhan dia, bisa pilih dua (sekolah),” jelas Yusuf.
Dispendik juga bekerja sama dengan Dispendukcapil untuk memfilter dan menyeleksi permohonan pindah penduduk, terutama yang disinyalir untuk PPDB.
“Terhadap permohonan penduduk pindah masuk Kota Surabaya itu kita lakukan filter dan seleksi betul. Jadi kadang ada yang pindah anaknya sendiri tanpa orang tua, dengan alasan ke rumah nenek atau budenya, itu banyak kita tolak karena alasannya tidak benar,” kata Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto.
Eddy menambahkan, banyak pula warga yang mengajukan pindah alamat ke wilayah kecamatan lain dalam satu KK Surabaya. Hal ini juga diperiksa dengan cermat.
“Itu kita cek di lokasi, apakah yang bersangkutan pindah di situ. Karena kan kita cek di rumahnya, ternyata memang hanya namanya saja, orangnya tidak ada di situ. Kadang (rumah) bukan saudara, teman atau kadang kantor, itu juga tidak kita setujui, kita lakukan seleksinya di situ,” jelas dia.
Eddy mengakui sejak bulan Januari 2024, pihaknya banyak menerima pengajuan pindah masuk KK ke Kota Surabaya.
“Jadi pengajuan pindah itu kita selektif betul. Karena banyak pengajuan pindah masuk ke Kota Surabaya, mulai bulan Januari 2024,” pungkasnya. [asg/but]







1 Komentar
Maaf mau tanya… Saya kan sudah pindah kk surabaya pertanggal 18/8/2023..apakah bisa mendaftar SD di wilayah kk sekarang.. Saya pindah pun juga karena sudah ada rumah disurabaya. Terima kasih sebelumnya.. 🙏