Gresik (beritajatim.com) – Kasus perampokan yang menimpa warga Perum Pondok Permata Suci (PPS) di Jalan Taman Ruby atas nama korban Azizatus Sholihah, ternyata hoaks alias kabar bohong. Berdasarkan penyelidikan Satreskrim Polres Gresik, korban hanya mengarang cerita seolah-olah terjadi perampokan.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan menuturkan, kasus ini bermula korban melapor ke Polsek Manyar karena menjadi korban perampokan. Dalam ceritanya, korban mengaku dirampok saat masak dapur rumah kontrakannya di Jalan Taman Ruby Perum PPS pukul 18.30 WIB.
“Dalam pengakuannya, Azizatus Sholihah atau AS didatangi seseorang tak dikenal yang memakai masker atau topeng yang berbuat kasar pada dirinya . Korban mengaku ditarik dan dibenturkan ke meja,” kata Aldhino, Minggu (21/4/2024).
Masih dalam pengakuan AS, pelaku kemudian mengambil ponsel milik AS. Selain itu juga menanyakan PIN dan password iCloud sambil menodongkan pisau ke leher AS. Tak hanya itu, dirinya juga bercerita perhiasannya juga turut diambil paksa. “Namun, semua laporan itu tidak benar,” ujar Kasat Reskrim Polres Gresik.
Perwira pertama Polri itu menambahkan, setelah dilakukan penyelidikan serta berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan orang yang mencurigakan yang melakukan perampokan. “Sejak laporan dibuat, AS tidak bisa dihubungi dan belum sempat dimintai keterangan karena menghilang,” imbuhnya.
Atas dasar itu, lanjut Aldhino, Unit Resmob Polres Gresik menelusuri keberadaan ponsel dan perhiasan milik AS sebelum akhirnya menemukan. Bahwa ponsel senilai Rp 7,5 juta serta perhiasannya Rp9,5 juta telah digadaikan. “Ponsel dan perhiasan digadaikan sendiri oleh yang bersangkutan,” paparnya.
Uang hasil menggadaikan ponsel dan perhiasan tersebut diberikan kepada orang yang memiliki masalah pribadi dengan AS.
Sementara itu, Azizatus Sholihah mengakui bahwa laporannya sebagai korban perampokan tidak benar. Dirinya nekat mengarang cerita perampokan usai menjual barang berharganya karena takut pada suaminya. Sebab AS menimbulkan masalah yang belum terselesaikan dengan seseorang.
“Uangnya saya berikan kepada orang yang memiliki masalah pribadi dengan saya. Soal luka yang dialaminya di beberapa bagian tubuh diakui karena pemukulan yang dilakukan orang yang memiliki masalah pribadi dengan dirinya. Namun, tidak ada hubungannya dengan laporan perampokan,” tegasnya. [dny/suf]






