Kediri (beritajatim.com) – Persik Kediri mengalami kekalahan memalukan dari Bhayangkara FC dengan skor 0-7 pada pekan ke-31 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion STIK Jakarta, pada Selasa (16/4/2024). Hasil minor tersebut merupakan catatan terburuk tim Macan Putih dalam sejarah di persepakbolaan Indonesia.
Penampilan Persik Kediri bagai titik nadir. Setelah menghempaskan Persikabo 1973 ke jurang degradasi Liga 2 dengan kemenangan 5-2, kini mereka tak berkutik. Anak asuh Marcelo Rospide dibantai The Guardians, julukan Bhayangkara FC sebagai penghuni dasar klasemen.
Pelatih asal Brasil inipun merespon dengan kekecewaan. Menurutnya, pertandingan tersebut adalah hasil memalukan dan tidak bisa diterima oleh akal.
“Hasil yang memalukan dan tidak bisa diterima akal. Kami tampil di bawah performa yang selama ini ditunjukkan tim ini. Pemain tidak fokus dan sering salah,” ujar Marcelo Rospide saat konferensi pers setelah laga.
Dari awal Marcelo mengakui, jika timnya berangkat ke Jakarta dengan kondisi internal yang kurang bagus. Bek asing mereka Anderson do Nascimento terpaksa absen karena terkena akumulasi kartu kuning dan menjadi faktor kelemahan pertahanan tim.
Selain itu, tim Macan Putih masih dirundung duka setelah fisioterapis Marcelo Araujo meninggal dunia, pada Jumat (12/4/2024) lalu di RSUD SLG Kediri.
“Kami memang sedang berduka. Namun, kami sepakat akan memberikan kemenangan untuk mendiang Marcelo Araujo. Namum, sikap di lapangan tidak menunjukkan itu. Kami akui Bhayangkara FC punya materi bagus dan tampil menguasai permainan,” imbuhnya.
Persik Kediri digelontor 7 gol tanpa balas di kandang Bhayangkara FC. Matias Mier mengejutkan dengan gol sundulan kepada yang memanfaatkan umpan Radja Nainggolan saat pertandingan baru berjalan satu menit.
Pemain Urugai itu mencetak dua gol tambahan pada menit ke-19 dan 50 dan mencatatkan hattrick dalam laga kandang itu. Lalu, Bhayangkara FC menambah keunggulan melalui gol Marcelo Herrera menit ke-53.
Berikutnya, Dendy Sulistyawan pada menit ke-59, Titan Agung menit ke-85 dan bola pantulan yang mengenai punggung kiper Dikri Yusron pada menit 90+4. Macan Putih pun pulang dengan rasa kecewa berat. [nm/aje]






