Jakarta (beritajatim.com) – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan menegaskan komitmennya untuk mendorong deeskalasi dan pengendalian diri di antara negara-negara yang terlibat.
“Kita yakin bahwa eskalasi tidak akan membawa manfaat bagi siapapun,” ujar Menlu Retno dalam keterangan persnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/4).
Sebagai upaya diplomasi, Menlu Retno telah melakukan komunikasi intensif dengan para pemimpin dunia, termasuk menteri luar negeri dari berbagai negara yang terlibat dalam konflik. Upaya ini dilakukan melalui telepon dan bertukar pesan untuk menyampaikan pesan pentingnya menahan diri dan mengurangi eskalasi.
“Dua hal yang kita sampaikan di dalam semua komunikasi. Dengan pihak-pihak terkait langsung yang kita minta adalah self restraint, menahan diri dan deeskalasi, pentingnya melakukan deeskalasi,” jelasnya.
Upaya diplomasi juga dilakukan di forum internasional, termasuk di Dewan Keamanan PBB, meskipun belum menunjukkan hasil yang signifikan. Menlu Retno menekankan bahwa semua pihak harus mulai memperhitungkan dampak buruk yang akan terjadi jika eskalasi terus berlanjut.
Keamanan warga negara Indonesia (WNI) di kawasan konflik juga menjadi perhatian utama pemerintah. Kemlu telah menyampaikan imbauan perjalanan, menyiapkan saluran telepon darurat, dan memberikan arahan langsung kepada WNI di Iran dan Israel mengenai langkah-langkah yang harus diambil jika situasi memburuk.
“WNI kita sejauh ini dalam keadaan baik dan tidak terdampak situasi yang ada,” kata Menlu Retno, menambahkan bahwa kementerian terus melakukan pemantauan dan telah menyiapkan rencana kontingensi.
“Kita terus melakukan pantauan dari dekat dan hampir setiap hari Kementerian Luar Negeri mengadakan rapat secara virtual dengan KBRI-KBRI dengan wilayah-wilayah yang kira-kira dapat terdampak kita terjadi eskalasi” tambahnya.
Presiden Joko Widodo melalui Menlu Retno menyampaikan pesan untuk terus melanjutkan upaya diplomasi demi mencegah eskalasi yang dapat berdampak serius bagi stabilitas regional dan global, termasuk pada ekonomi dunia.
“Sekali lagi, kita pantau dari dekat, kita waspada, dan kita terus melakukan upaya diplomatik, agar masing-masing pihak menjaga, menahan diri, self restraint, dan kita mencoba untuk bicara dengan sebanyak mungkin pihak untuk menggunakan pengaruhnya agar eskalasi tidak terjadi,” tandasnya. (ted)






