Sidoarjo (beritajatim.com) – Dalam waktu 3 bulan terakhir, jumlah temuan kasus penderita TBC atau Tuberkulosis di Sidoarjo meningkat cukup tinggi. Koordinator P2PM Dinkes Sidoarjo dr Yanto Lipu menuturkan bahwa mulai Januari – Maret ada 1.170 kasus penderita TBC di Sidoarjo.
“Semakin banyak kasus TBC ditemukan, maka semakin baik. Artinya para penderita Tuberkulosis tersebut dapat langsung ditangani, sehingga tidak sampai menular,” katanya Senin (15/4/2024).
Data Dinas Kesehatan Sidoarjo, penderita kasus TBC di Sidoarjo tahun 2023 lalu mencapai 6.140 kasus. Angka tersebut melebihi dari target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI.
“Semakin banyak kasus yang ditemukan maka semakin bagus, sehingga bisa langsung ditangani dan tidak menjadi sumber peneluran bagi masyarakat lain,” urai Yanto.
Menyikapi kasus ini, Dinas Kesehatan Sidoarjo terus melakukan kolaborasi dengan pihak terkait dalam upaya penanganan kasus penderita Tuberkulosis ini. Di tahun 2023 penanganan TBC di Sidoarjo sekitar 90 persen.
“Banyaknya kasus TBC ini membuktikan bahwa kita serius dalam melakukan deteksi dan penanganan,” tandas Plt. Kepala Dinkes Sidoarjo dr Abdillah Segaf Al Hadad.
Dalam tiga tahun terakhir, capaian standar pelayanan minimal (SPM) terduga tuberkulosis di Sidoarjo terus mengalami peningkatan, di tahun 2021 sebesar 44 persen dan 2022 naik drastis mencapai 131 persen serta 2023 sebesar 132 persen. [isa/but]






