Ngawi (beritajatim.com) – Pertamina Patra Niaga Regional Jatim Balinus merespon keluhan masyarakat di Kecamatan Kedunggalar dan Widodaren Kabupaten Ngawi yang kesulitan mencari Elpiji selama dua hari terakhir, yakni 13 April 2024 dan 14 April 2024. Pihak Pertamina memastikan bahwa stok Elpiji di kedua kecamatan tersebut aman dan melimpah.
Taufik Kurniawan, Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menerangkan, untuk wilayah Kedunggalar ada 12.820 tabung, tersebar di 39 pangkalan, melayani 13 desa (rata-rata 3 pangkalan per desa)
Kemudian, Widodaren ada 20.335 tabung, tersebar di 53 pangkalan, melayani 10 desa (rata-rata 6 pangkalan per desa)
Rata-rata stok per pangkalan yakni 50-100 tabung LPG. Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli LPG langsung di pangkalan resmi.
“Pedagang keliling seperti tukang bakso dan tukang mie ayam biasanya membeli LPG di pangkalan resmi dengan harga HET Rp 16.000.Masyarakat dapat mengetahui lokasi pangkalan LPG terdekat dengan menghubungi Call Center Pertamina 135,” lanjutnya.
“Ciri pangkalan resmi yakni memiliki papan hijau bertuliskan Pangkalan LPG 3 Kg. Kemudian, mencantumkan Call Center Pertamina 135 dan 136 untuk layanan pengaduan,” tambahnya.
Pertamina berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menertibkan pengecer yang menjual LPG di atas HET.
Masyarakat diimbau untuk tidak membeli LPG di pengecer atau toko yang menjual dengan harga di atas HET.
Jika menemukan pangkalan atau toko yang menjual LPG di atas HET, masyarakat dapat melaporkannya melalui Call Center Pertamina 135.
“Kami mengimbau masyarakat di Jawa Timur untuk memanfaatkan harga eceran tertinggi LPG 3 Kg Rp 16.000 yang ditetapkan oleh Gubernur Jatim. Belilah LPG di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga yang sesuai dan stok yang aman,” pungkasnya. [fiq/ted]






