Surabaya (beritajatim.com) – Bagi Mulyadi (36), seorang house keeping di Plaza Marina Surabaya, menjalani Lebaran tanpa libur sudah menjadi hal yang biasa sejak ia memutuskan bekerja di kota besar.
Berbeda dengan rekan-rekannya yang bisa berkumpul dengan keluarga di hari raya, Mulyadi harus tetap bekerja menjaga kebersihan dan kerapian Plaza Marina.
Saat ditemui di tempat kerjanya, Mulyadi tengah membersihkan toilet di lantai 2 Plaza. Meskipun hari raya, masih banyak pengunjung yang datang untuk berbelanja atau sekedar menggunakan toilet.
“Ya, hari raya ini tidak ada bedanya dengan hari biasa. Kita tetap bekerja sesuai jadwal. Hanya saja, jam masuknya berbeda. Biasanya jam 8 pagi, tapi saat Lebaran jadi jam 10 pagi. Jadi masih ada waktu untuk shalat Ied,” ungkap Mulyadi.
Awalnya, Mulyadi tidak menyangka bahwa pekerjaannya akan menyita waktu dan minim waktu untuk bertemu keluarga di hari raya. Namun, karena pilihannya, ia pun bertahan hingga 10 tahun bekerja di tempat ini.
Selain menjaga dan membersihkan toilet, Mulyadi juga mendapat tugas untuk membersihkan area plaza di setiap area sesuai jadwal.
Meskipun harus bekerja di hari raya, Mulyadi tetap merasa senang. Hal ini karena beberapa store masih banyak yang buka dan ia merasakan atmosfer bekerja tanpa libur di hari Lebaran.
“Ya, kalau begini ini banyak temannya jadi sedihnya tidak terlalu karena sudah terbiasa dan banyak yang mengalami hal yang sama. Anggap saja pekerjaan ini sebagai ibadah dan kadang ada bonusan gitu kalau membersihkan di beberapa store,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Mulyadi menceritakan bahwa ada banyak hal yang dilakukannya untuk menghibur diri saat bekerja di hari raya. Ia dan rekan-rekannya makan bersama, berkeliling ke counter sambil membersihkan, dan bahkan melakukan doa bersama di saat jam istirahat.
“Ya, kadang kita makan bersama, kadang kalau bosan ya keliling ke temen-temen counter sambil bersih-bersih, kadang juga ada doa bersama,” tutupnya.
Kisah Mulyadi menunjukkan bahwa tidak semua orang bisa menikmati libur di hari raya. Ada banyak orang yang harus tetap bekerja demi melayani masyarakat. (way/ted)






