Surabaya (beritajatim.com) – Berkumpul bersama keluarga hal yang ditunggu sebagian para punggawa tim Persebaya untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Namun sayang libur dua hari yang diberikan sang pelatih Paul Munster membuat para pemain cukup patah hati.
Salah satunya Wildan Ramdhani, pemain Persebaya asal Bandung, Jawa Barat ini terpaksa tidak mudik ke rumah orang tuanya, ia tak mau membuang waktu singkatnya untuk melakukan perjalanan yang cukup jauh dengan libur yang singkat.
“Saya lihat dulu berapa hari liburnya, kalau cuma dua atau tiga hari saya mending di mess saja daripada memaksakan kondisi capek perjalanan jauh mending istirahat di mess,”ungkap Wildan, Rabu (3/4/2024).
Perjalanan menuju kampung halamannya cukup melelahkan, pasalnya jika naik kereta api harus menempuh 14 jam perjalanan untuk sampai ke kota Bandung, karena menurutnya idealnya perjalanan ke rumahnya memerlukan satu malam di kereta sedangkan saat ini tiket juga sudah susah.
‘Idealnya libur dua hari, perjalanan satu malam iya kalau tidak puasa latihan pagi saat ini latihan malam tentu berangkatnya pagi sampai bandung magrib ya berat jadi mending lihat situasi dulu,”ucapnya.
Diakui oleh mantan pemain Persita Tangerang ini banyak hal yang dirindukan ketika Hari Raya, apalagi berkumpul dengan keluarga dan menyantap menu lebaran hal yang paling dirindukan bagi pemain berparas tampan ini.
“Sebelumnya saya juga pernah diposisi seperti ini, saya rindu momen kumpul bersama keluarga apalagi setelah sholat ied ya ngumpul itu. Apalagi keluarga yang dari jauh juga kumpul tapi keadaanya beda,”tutupnya.
Sebelumnya Paul Munster mengatakan, meski kompetisi diliburkan dalam kurun waktu satu bulan kedepan namun ia hanya memberikan batas waktu libur kepada pemain hanya dua hari untuk perayaan Idul Fitri.
“Saya masih belum bisa memutuskan perkapan libur, tapi biasanya saya memberi maksimal dua hari,”ungkap Munster. [way/aje]






