Tak lama lagi bandar udara (bandara) baru beroperasi di Jawa Timur (Jatim). Bandara Dhoho yang berada di Kabupaten Kediri melengkapi jumlah lapangan udara sipil-komersial di Jatim. Seiring operasional Bandara Dhoho akan menambah jumlah bandara di Jatim.
Sebelumnya, telah beroperasi lama Bandara Juanda Surabaya yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Statusnya sebagai bandara internasional dan hub perhubungan udara penting ke kawasan Timur Indonesia. Bandara Banyuwangi lebih dari 5 tahun telah operasional, sejak di era Bupati Abdullah Azwar Anas.
Bandara Banyuwangi menjadi koridor pembuka penting dan strategis kawasan Timur Jatim, seperti Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Bondowoso. Kelima kabupaten yang selama dikenal sebagai kawasan Tapal Kuda.
Secara faktual, ada sejumlah bandara lain di Jatim, seperti di Kabupaten Jember, Kabupaten Sumenep, Pulau Bawean Kabupaten Gresik, Landasan Udara (Lanud) Militer Abdurrahman Saleh di Kabupaten Malang, dan Lanud Militer Iswahyudi di Kabupaten Magetan. Kedua lanud militer, secara operasional, lebih diprioritaskan untuk penerbangan militer dibanding sipil, terkecuali Lanud Abdurrahman Saleh Malang dan Bandara Juanda Surabaya yang melayani baik penerbangan sipil maupun militer.
Kehadiran Bandara Dhoho Kediri diekspektasikan mampu mendinamisasi dan mengakselerasi sosial ekonomi kawasan Kediri Raya (Kabupaten dan Kota Kediri) dan kawasan lain di tlatah Mataraman Jatim, seperti Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan. Wilayah tlatah Mataraman selama ini dikenal sebagai lumbung pangan dan perkebunan (khususnya tebu) di Jatim.
Dari semua kabupaten di wilayah Mataraman Jatim tersebut, hanya Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Trenggalek yang hasil pertaniannya kecil, mengingat geografi dan topografi wilayahnya sebagian besar bergunung-gunung. Tapi, kedua daerah itu dikenal sebagai pegunungan dengan kekayaan mineral dan bahan tambang yang potensial.
Catatan penting yang diberikan BPS menunjukkan bahwa Kota Kediri mempunyai kapasitas sosial ekonomi yang mumpuni. Kota Kediri diposisikan sebagai wilayah terkaya di Indonesia dibanding kabupaten dan kota lainnya. Kota Kediri menjadi kota termakmur di negeri ini.
Apa yang bisa dijadikan tolak ukur tingkat kemakmuran suatu kota? Salah satunya adalah tingkat kemakmuran masyarakat yang tinggal di sana. Untuk mencari tahu nilai kemakmuran, kita bisa ukur dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masing-masing kota. Pada 2022, sebagai kota paling makmur di Indonesia, besaran PDRB per kapita warga Kota Kediri mencapai Rp457,98 juta. Posisi kedua ditempati Kota Bontang dengan Rp312,14 juta, dan ketiga Kota Jakarta dengan Rp260,44 juta. Kota Surabaya berada di posisi kelima dengan Rp190,89 juta dan Kota Makassar di posisi kesembilan dengan Rp115,39 juta.
Secara inkremental, dari tahun ke tahun tingkat pertumbuhan PDRB Kota Kediri mengalami kenaikan secara konstan. Kalaupun terjadi kontraksi pertumbuhan ekonomi kota ini, faktor penyebabnya lebih bersifat force majeure. Faktor yang sulit dikendalikan dan diantisipasi pemerintah, regulator, dan masyarakat seperti pandemi Covid-19. Pada 2020, kapasitas PDRB Kota Kediri Rp132,406 triliun, tahun 2021 bergerak naik ke level Rp141,467 triliun, dan tahun 2022 dengan Rp152,791 triliun.
Pertumbuhan signifikan ekonomi secara makro dan PDRB Kota Kediri tak mungkin dilepaskan dari keberadaan pabrik rokok PT Gudang Garam yang berlokasi di kota tersebut. Industri manufaktur produk tembakau ini memiliki multiplier effect bersifat kompleks bagi akselerasi ekonomi Kota Kediri, baik dalam perspektif serapan tenaga kerja, dinamisasi perekonomian lokal, pengurangan angka pengangguran terbuka, pertumbuhan konsumsi rumah tanggal lokal, akselerasi kemakmuran dan peningkatan pendapatan warga lokal, dan lainnya.
Tingginya angka PDRB itu salah satunya disebabkan faktor pembagi. Di mana jumlah penduduk Kota Kediri berdasarkan Sensus Penduduk 2020 lalu ada 286.796 jiwa. Kota Kediri termasuk unik. Karena dalam penghitungan PDRB termasuk hasil produksi industri pengolahan, di mana salah satunya adalah tembakau.
Seperti diketahui, Kota Kediri menjadi rumah salah satu industri pengolahan tembakau besar di Indonesia. Di mana kontribusi industri manufaktur sendiri mendominasi dengan rata-rata selama tiga tahun terakhir di atas 80 persen. Sisanya 20 persen terbagi oleh 16 sektor yang menjadi kontributor dalam PDRB. Total ada 17 sektor yang berkontribusi pada PDRB.
Selama ini, besaran gini ratio atau indeks gini di Kota Kediri terjaga di angka 0,3. Gini ratio atau indeks gini adalah indikator pengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan pada suatu daerah. Untuk menekan angka gini ratio, diversifikasi sektor sosial ekonomi adalah strategi lain yang bisa ditempuh, sehingga dari 18 sektor ekonomi yang mengkontribusi PDRB Kota Kediri, diharapkan konstribusi sektor ekonomi lain makin meningkat dari tahun ke tahun selain sektor industri manufaktur. “Mengembangkan wirausaha baru, yang bisa memunculkan lapangan pekerjaan baru,” kata Kepala Bappeda Kota Kediri Chevy Ning Suyudi.
Bagaimana dengan Kabupaten Kediri? Data BPS menyebutkan, ekonomi Kabupaten Kediri tahun 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,90 persen. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar itu, kapasitas PDRB Kabupaten Kediri atas dasar harga berlaku tahun 2022 mencapai Rp46,67 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp30,80 triliun.
Struktur PDRB Kabupaten Kediri tahun 2022 dari sisi produksi didominasi lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu sebesar 22,48 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi yang paling besar, yakni ebesar 72,39 persen.
Kabupaten dan Kota Kediri adalah dua wilayah administrasi pemerintahan yang saling melengkapi. Di Kota Kediri, industri manufaktur yang berbasis tembakau (salah satu produk perkebunan) seperti pabrik rokok PT Gudang Garam dan industri jasa lainnya eksis dan memberikan multiplier effect sangat luas dan massif kepada warganya.
Di sisi lain, wilayah Kabupaten Kediri merupakan kawasan penyangga ekonomi primer berbasis pertanian dan perkebunan dengan kapasitas produksi yang tinggi. Tak mengherankan kawasan Kediri Raya memiliki tingkat kemakmuran tinggi dan angka pengangguran terbuka yang rendah.
Pola KPBU Unsolicited
Pada April 2024, Bandara Dhoho Kediri telah menjalani sejumlah uji coba dan assesment yang dilakukan regulator, yakni Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan instansi pemerintah lainnya. Peran aktif pemerintah lokal sangat penting untuk turut mempromosikan keberadaan bandar udara Dhoho. Bandar udara ini diperkirakan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kediri. Sebab, jumlah penduduk Jatim sangat besar, sekitar 40 juta jiwa lebih dan membutuhkan bandar udara di kawasan Selatan provinsi ini.
BandaravDhoho memiliki runway (landasan pacu) sepanjang 3.300 meter dan lebar 45 meter yang dapat didarati segala jenis pesawat. Ke depan, terbuka peluang regulator memberikan izin untuk penerbangan umroh dan haji dari Bandara Dhoho, mengingat kelengkapan fasilitas dan infrastruktur di kawasan ini.
Proses pengadaan dan pembangunan bandara ini dilakukan PT Surya Dhoho Investama (SDHI), anak usaha dari PT Gudang Garam, yang telah berinvestasi untuk membangun bandara ini dengan total investasi Rp13 triliun.
Skema pembangunan bandar udara ini memakai pola proyek kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Unsolicited (pemrakarsa dan pendanaan dari pihak swasta/non APBN) pertama di Indonesia. Pembangunan Bandara Dhoho menjadi satu contoh bahwa Indonesia memiliki korporasi swasta yang punya komitmen membangun konektivitas, khususnya perhubungan udara.
Di tahap awal, badara ini memiliki kapasitas terminal 1,5 juta penumpang per tahun. Pembangunan tahap 2, kapasitas akan meningkat mencapai 4,5 juta penumpang per tahun, dan kapasitas ultimate mencapai 10 juta penumpang per tahun.
Ainur Rohim,
Penanggung Jawab beritajatim.com.






