Pamekasan (beritajatim.com) – Personel Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, diminta untuk selalu komitmen menjalin kerjasama apik guna mewujudkan misi kemanusiaan. Maka dari itu para personel PMI Pamekasan diminta contoh filosofi KOPI untuk misi kemanusiaan.
Hal tersebut disampaikan Ketua PMI Pamekasan, Sigit Priyono melalui Kabid Penanggulangan Bencana, Rahmat Kurniadi Suroso dalam kegiatan buka puasa bersama di Mandhapa Aryo Menak Sanoyo Kecamatan Pamekasan, Kamis (28/3/2024) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, tampak hadir sejumlah personel PMI Pamekasan, termasuk perwakilan beberapa unit lainnya. Mulai dari perwakilan Unit Donor Darah (UDD), Korp Sukarelawan (KSR) hingga Palang Merah Remaja (PMR).
“Dalam setiap organisasi, kita harus senantiasa menjalin komunikasi intens dan perlu duduk bersama dengan menerapkan filosofi KOPI, guna mewujudkan misi kemanusiaan,” kata Rahmat Kurniadi Suroso.
Filosofi KOPI tersebut memiliki arti Kolaborasi, Optimis, Partisipatif, Inisiatif dan Inovatif. “Kolaborasi, artinya akiya jangan merasa paling seksi. Semua harus bekerjasama dan tidak boleh ada yang merasa paling hebat,” ungkapnya.
“Optimis, yakin kita bisa melaksanakan tugas dan tahu apa yang harus dilakukan sesuai dengan tugas masing-masing. Partisipatif, berorganisasi dapat apa, dan itu harus kita tunjukkan. Karena berorganisasi itu pastinya ada keterbatasan,” sambung pria yang juga tercatat sebagai Camat Pamekasan (Kota).
Termasuk juga pada aspek terakhir, yakni inisiatif dan inovatif dalam berorganisasi. “Inisiatif dan Inovatif, sebisa mungkin kita harus bisa menghindari kebosanan dari rutinitas. Tentunya ide baru harus selalu kita kembangkan, sekalipun terkadang bukan ranah kita,” jelasnya.
“Dari itu kami selalu mengajak rekan-rekan semua, agar selalu ansih dan terus komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi organisasi. Tentunya dalam mewujudkan misi kemanusiaan,” pungkasnya. [pin]






