Sumenep (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Sumenep, Madura melakukan pengecekan terhadap sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Sumenep.
“Pengecekan ini memang kami lakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan, untuk mengetahui kondisi sebenarnya di SPBU-SPBU yang ada di Kota Sumenep. Apakah ada indikasi kecurangan, permainan, atau sudah sesuai aturan,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, Sabtu (30/03/2024).
Ada tiga SPBU yang dilakukan pengecekan, yakni SPBU Jl. Arya Wiraraja Kecamatan Batuan, SPBU Jl. Raya Manding KM3 Desa Pamolokan, dan SPBU Jl. Trunojoyo 122-125 Kecamatan Kota Sumenep.
“Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan adanya indikasi kecurangan. Semua mesin dispenser dalam keadaan tersegel dan BBM yang dikeluarkan sama dengan jumlah harga yang tertera. Jadi tidak ditemukan adanya dugaan penyalahgunaan BBM,” terangnya.
Widiarti menambahkan, selain mengantisipasi terjadinya kecurangan, pengecekan ke SPBU itu juga untuk mengetahui stok BBM di Sumenep, agar jangan sampai terjadi kelangkaan menjelang Idul Fitri dan menghadapi arus mudik lebaran.
“Stok BBM subsidi maupun non subsidi dalam keadaan aman dan mencukupi untuk kebutuhan Idul Fitri dan menghadapi arus mudik lebaran,” ujarnya.
Stok BBM di SPBU Jl. Arya Wiraraja Kecamatan Batuan per tanggal 30 Maret 2024, Pertalite 23.079, Pertamax 9.242, Bio Solar 20.403, dan dexlite 8.936 liter.
Sedangkan di SPBU Jl. Raya Manding KM3 Desa Pamolokan Kecamatan Kota Sumenep, Solar 20.482, Pertalite 19.124, Pertamax 14.229, Dexlite 7.479, dan Pertadex 5.685 liter.
Kemudian di Di SPBU Jl. Trunojoyo 122-125 Kecamatan Kota Sumenep, Solar 4.832, Pertalite 7.283, Pertamax 1.920, dan Pertadex 1.672 liter. (tem/kun)






