Jombang (beritajatim.com) – Meski lokasinya berada di desa, namun prestasi SMK Global Jombang luar biasa. Betapa tidak, sekolah yang berada di Desa Mentoro Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang ini berhasilnya melolosnya 5 muridnya masuk ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri) melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi) 2024.
Prestasi itu mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Bahkan SMK Global adalah satu-satunya sekolah di Kecamatan Sumobito yang mengukir prestasi tersebut. “Tahun lalu ada tiga murid yang masuk ke PTN melalui jalur tes. Alhamdulillah, tahun ini ada lima murid yang lolos jalur prestasi atau SNBP,” ujar Kepala SMK Global Irwan, S.Pd, Sabtu (30/3/2024).
Lima anak itu diterima di perguruan tinggi berbeda. Mereka adalah Muhammad Dwi Luki Yonri (kelas XII TBSM 1) diterima di jurusan manajemen Universitas Negeri Malang. Kemudian Ahmad Rafli (kelas XII TBSM 1) diterima di jurusan Sastra Inggris Univeritas Trunojoyo Madura.
Selanjutnya, Muhammad Ferdi Ardiansyah (kelas XII TBSM 3) diterima di jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Trunojoyo Madura, Abdillah Fahri Zamani (kelas XII MM 2) masuk di jurusan sistem informatika Univeritas Trunojoyo Madura.
Terakhir adalah Nur Latifatul Qolbi (XII MM 2) masuk di jurusan agribisnis Unversitas Trunojoyo Madura. “Lima murid kami lolos SNBP 2024. Satu di Universitas Negeri Malang, sedangkan empat lainnya di Universitas Trunojoyo Madura. Semuanya jenjang S-1,” ujar Irwan ketika dikonfirmasi.
Energi Ta’dib SMK Global

SMK Global Jombang adalah lembaga pendidikan yang dikelola keluarga Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun. Sekolah yang terletak di Desa Mentoro, Sumobito, Jombang, Jawa Timur itu memiliki 3 jurusan, yakni Teknik Sepeda Motor, Multimedia, dan Tata Boga. Sekolah ini didirikan pada 2008.
Tentu saja, selain dibekali dengan keterampilan sesuai dengan jurusannya, anak didik di SMK Global juga mendapatkan sentuhan dan metode pendidikan yang nilai-nilainya disemaikan oleh Cak Nun atau Mbah Nun.
Yakni, nilai-nilai khas penggalian pemikiran, ijtihad, dan pemikiran yang dilakukan Cak Nun dan keluarga. Proses itu berlangsung terus menerus. “Setiap pagi murid-murid juga melakukan salat duha berjamaah,” kata Irwan.
Murid di SMK Global mendapat paket pendidikan yang diberi nama Ta’dib Padhangmbulan. Program ini diampu langsung oleh Cak Nun. Paket pendidikan itu membuahkan hasil cukup signifikan bagi para siswa.
Metode itu lahir dari kesungguhan seorang guru menggali potensi dan keotentikan para siswa melalui simulasi dan pemikiran yang utuh. Siswa SMK Global juga pernah memperoleh nuansa baru, yakni musik edukasi bersama Letto saat Ihtifal Maiyah 27 Mei 2016.
Demikian pula atmosfer-atmosfer lain yang didapatkan para siswa karena berada di lingkungan keluarga besar Cak Nun. Termasuk suasana Majelis Ilmu Padhangmbulan. Salah satu hal menarik dari sekolah ini adalah nuansa spiritual.
Salah satunya menghangatkan mesin berpikir dan memantapkan keyakinan bahwa ta’dib merupakan thariqah mengolah diri melalui kegiatan belajar yang dipuncaki oleh kesadaran menjadi manusia takhlis.
“Ta’dib biasanya dikemas dalam bentuk workshop. Ta’dib bukan hal baru di Maiyah. Pada periode pertama, kegiatan ta’dib siswa SMK Global, Cak Nun menangani langsung proses tersebut. Prestasi murid SMK Global bisa lolos SNBP juga tidak lepas dari program ini,” lanjutnya.
Apresiasi dari Yayasan

Adalah Yayasan Al Muhammady yang menaungi SMK Global Jombang. Yayasan ini dibidani oleh Emha Ainun Nadjib atau Mbah Nun. Selain SMK Global, lembaga akademik yang berada di bawah yayasan ini adalah TPQ Halimatus Sa’diyah, Play Grup Insan Utama, MI Al Muhammady, serta SMP Global. Sedangkan di bidang non-akademik ada pesantren ta’dib PadhangMbulan.
Farid Halimi, sekretaris Yayasan Al Muhammady mengucapkan terima kasih atas upaya segenap dewan guru dan karyawan dalam memproses anak didik hingga terdapat 5 siswa/siswi bisa lulus seleksi SNBP 2024. Tentu sebuah prestasi yang membanggakan.
Karena prestasi tersebut tidak ada duanya di Kecamatan Sumobito. “Ini patut diapresiasi karena menurut data yang dilaporkan ke saya, di Kecamatan Sumobito Jombang hanya SMK Global yang mampu mengantarkan muridnya menembus SNBP 2024,” ujar adik dari Cak Nun ini.
Farid berharap, prestasi tersebut bisa dipertahankan ke depannya. Bahkan, jumlah murid yang diterima di PTN melalui jalur SNBP bisa semakin meningkat. Karena bagi Farid, pendidikan adalah amanah yangg harus dijaga dari wali murid.
“Sehingga meski sekolah ini berada di desa, tapi prestasinya jempolan. Prestasinya mengglobal. Sesuai dengan namanya; SMK Global,” pungkas Farid Halimi. [suf]






