Tuban (beritajatim.com) – Jelang Hari Raya Idulfitri 1445 H, jajanan tradisional asal Tuban ‘kue landrang’ laris manis diburu pembeli. Tentu saja, jajanan itu hendak disuguhkan di ruang tamu saat perayaan Idulfitri itu.
Kue landrang yang hingga kini masih digemari masyarakat Tuban. Itu karena rasanya yang gurih, renyah dan enak. Sehingga kue ini sangat cocok menjadi camilan saat momen hari raya.
Salah satu produsen camilan tradisional kue landrang, Rusmini mengatakan, sejak pertengahan bulan suci Ramadhan, pesanan terus berdatangan. “Alhamdulilah ini banyak pesanan, karena biasanya kalau lebaran orang-orang suka makan ini,” ucap warga warga Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban ini, Jumat (29/3/2024).
Cara membuat kue ini relatif mudah. Bahannya juga banyak tersedia. Antara lain tepung kanji, tepung terigu, bawang putih, gula halus, santan, mentega dan telur ayam. Bahan-bahan itu kemudian dicampur dan di aduk rata hingga adonan kalis .
Setelah adonan kalis atau tercampur semourna, baru dibentuk dan diiris-iris menjadi kotak. Tahap selanjutnya adalah panaskan minyak goreng. Setelah itu adonan yang sudah dicetak tadi langsung digoreng dengan api yang kecil dan diangkat setelah kecoklatan.
Rusmini mengaku selama Ramadhan ini pesanan kue ,andrang yang masuk hampir 200 kg. Rusmini juga membuat kue lainnya seperti kemplang, pastel dan kacang. “Tapi yang paling banyak diminati ya Landrang ini, pesanannya yang paling banyak,” paparnya.
Untuk dapat menikmati kue Landrang ini dipatok dengan harga Rp10 hingga Rp35 ribu per kilogram. Semua tergantung berapa banyak yang dipesan. “Iya tergantung mintanya seberapa, kalau biasanya ya orang-orang suka beli yang Rp10 ribu,” tambahnya.
Di tempat yang sama, salah satu pelanggan bernama Diki yang kebetulan mengambil kue landrang mengaku setiap kali menjelang lebaran pasti ibunya memesan kue landrang di tempat Rusmini.
“Selain enak, harganya juga murah,” tutup Diki. [ayu/suf]






