Surabaya (beritajatim.com) – Pembunuhan Hudoyo (44) di Tambak Sukolilo, Surabaya menyebabkan tulang iganya putus. Akibat putusnya tulang iga korban, Hudoyo mengalami pendarahan hebat dari organ dalam. Demikian diungkapkan Dokter Forensik dari RSUD dr. Soetomo.
Kepala Instalasi Forensik Medikolegal RSUD Dr. Soetomo, Dr. Abdul Aziz, Sp.F menjelaskan tim dokter menemukan ada 3 luka terbuka di tubuh korban. Dari keseluruhan luka, tim dokter menemukan 1 luka terbuka di dada sebelah kiri dan membuat tulang iga putus.
“Luka di dada kiri tidak sampai menembus rongga dada. Tapi membuat iga terputus,” kata Abdul Aziz, Selasa (26/3/2024).
Dokter juga menemukan pembuluh darah besar di sekitar ketiak putus dan menyebabkan pendarahan. Lalu ada luka di tangan sebelah kanan hingga membuat persendian tulang jari ketiga-kelima terpisah. Analisa tim dokter, luka di tangan itu akibat korban sempat menangkis bacokan celurit dari pelaku Seli Hadi.
“(luka di tangan) Itu usaha korban untuk menangkis sajam (senjata tajam). Korban kehilangan darah banyak dari anggota gerak dan organ dalam,” imbuh Aziz.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Ipda Aan Dwi Satrio Yudho mengatakan dari hasil pengakuan tersangka sebenarnya mengincar leher korban. Namun, korban sempat melawan dan sabetan celurit Seli Hadi meleset ke dada sebelah kiri.
Saat disabet, korban tidak langsung tewas. Ia berhasil kabur sekitar 300 meter dari titik awal dibacok. “Jadi jarak dari TKP pembacokan ke ditemukannya jenazah korban itu sekitar 300 meter,” kata Aan.
Diketahui, Seli Hadi nekat melakukan aksinya karena dendam akibat perselisihan lahan untuk mencari kepiting dan ulah korban yang berani menceburkan motor Seli ke tambak. [ang/suf]






