Syaiful, Bonek asal Kupang Surabaya yang gagal menyaksikan laga Persebaya karena pertandingan tanpa penonton. (Way)
Surabaya (beritajatim.com) – Seorang Bonek alias suporter Persebaya Surabaya terlanjur membeli tiket pesawat ke Bali. Tetapi ternyata panitia pelaksana pertandingan tidak menjual tiket untuk pertandingan Persebaya Surabaya melawan Arema FC, Rabu (27/3/2024) di Stadion I Wayan Dipta, Bali.
Dia adalah Syaiful Ulum, seorang bonek asal Kupang Segunting yang telah membeli tiket pesawat, tiket bus pulang-pergi, dan bahkan memesan hotel untuk menginap di Bali. Dia telah mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari karena rencananya adalah untuk menonton pertandingan tersebut.
Ketika mendengar bahwa tiket pertandingan tidak akan dijual dan pertandingan akan berlangsung tanpa penonton, ia memutuskan untuk tetap di Bali. Aktivitasnya beralih menjadi berlibur.
“Ya, saya sudah membeli tiket pesawat seharga 500 ribu rupiah dan tiket pulang seharga 375 ribu rupiah. Belum lagi biaya hotelnya. Ternyata pertandingannya dibatalkan tanpa penonton,” ungkapnya pada Senin (25/3/2024).
Meskipun kecewa, Ulum mendukung kebijakan yang diambil oleh pihak kepolisian dan panitia pelaksana. Baginya, keputusan ini penting untuk meminimalisir risiko dan mencegah terulangnya insiden seperti di Kanjuruhan pada tahun 2022.
“Menurut saya, keputusan untuk melarang penonton adalah yang terbaik. Kita tidak ingin melihat kekacauan seperti yang terjadi di Kanjuruhan, terutama karena pertandingan ini adalah derby Jatim yang memiliki tingkat tensi yang tinggi,” tambahnya.
Sebelumnya, laga derby Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya direncanakan akan digelar tanpa penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Rabu, 27 Maret 2024. Alasan di balik keputusan ini adalah karena rekomendasi dari kepolisian setempat. Manajemen Arema FC memilih untuk mematuhi rekomendasi tersebut. [way/but]
Beritajatim.com adalah media online berbasis di Surabaya, dan fokus pada pemberitaan di wilayah Jawa Timur. Sejak awal, beritajatim.com memegang teguh kaidah jurnalistik dalam pemberitaan, sehingga aspek akurasi, disiplin verifikasi, independen, melekat kuat di setiap berita Selengkapnya