Banyuwangi (beritajatim.com) – Dua pekan berlalu di Bulan Ramadhan, pasar takjil di Banyuwangi masih bergeliat. Meskipun kadang tertimpa cuaca hujan, namun kondisi di sejumlah titik terpantau ramai.
Beragam jenis makanan dijual di pasar takjil ini. Kondisi itu membuat perhatian Dinas Kesehatan Banyuwangi.
Bahkan, mereka turun langsung ke lapangan untuk sekedar memeriksa sejumlah makanan yang dijual pedagang. Termasuk mengambil sample makanan untuk dilakukan pemeriksaan.
Hal ini bentuk perhatian dari pemerintah dalam mengawasi dan mengantisipasi kesehatan warganya. Sejumlah tim dari Dinkes Banyuwangi turun membeli takjil untuk dilakukan pemeriksaan.
Sampel makanan-minuman yang dibeli oleh tim Dinas Kesehatan dipilih dalam jenis yang berbeda-beda. Mulai dari lauk pauk, bubur, kudapan, aneka es, makanan ringan, olahan daging, olahan ikan, hingga agar-agar.
Seluruh sampel itu dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan dan penelitian. Terutama, pemeriksaan makanan untuk mengetahui kadar bahan berbahaya seperti pewarna, pengawet dan pengenyal.
“Total 126 sampel telah kami periksa kandungan bahan berbahaya yg terdiri pewarna (rhodamin, methanil yellow), pengawet (formalin) dan pengenyal (boraks),” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat, Senin (25/3/2024).
Amir menyebut, pengambilan sampel dan pemeriksaan melibatkan tim Dinas Kesehatan. Mereka itu di antaranya, tim petugas Labkesda dan petugas Puskesmas se-Banyuwangi.
“Ada juga pemeriksaan sampel makanan dan minuman oleh tim gabungan Dinas Kesehatan bersama BPOM Jember. Tim ini memeriksa kembali 20 sampel makanan pada 18 Maret lalu,” katanya.
Hasilnya, kata Amir, belum ditemukan kandungan berbahaya dari sample makanan di sejumlah pasar takjil tersebut. Dari seluruh hasil pengecekan laboratorium itu, seluruh sampel makanan-minuman dalam kondisi layak konsumsi.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh sampel negatif rhodamin, methanil yellow, formalin, dan boraks. Seluruhnya memenuhi syarat ambang batas, jadi layak konsumsi,” terangnya.
Pasar takjil di Kabupaten Banyuwangi digelar di 39 titik lokasi yang tersebar di 25 kecamatan se-Banyuwangi. Lebih dari seribu pedagang turut andil meramaikan tiap lokasi pasar takjil. [rin/aje]






