Surabaya (beritajatim.com) – PLN Nusantara Power (PLN NP) bertekad menghadirkan energi hijau di Indonesia melalui Green Energy Movement (GEM).
GEM diwujudkan melalui berbagai inovasi, seperti co-firing dan proyek energi baru terbarukan (EBT). Pada tahun 2023, PLN NP berhasil memproduksi 525,62 GWh energi bersih melalui co-firing, setara dengan reduksi emisi karbon 533.291,79MT.
“Sejalan dengan semangat dunia dalam menurunkan suhu bumi dan Paris Agreement, PLN Nusantara Power berkontribusi melalui Green Energy Movement,” terang Karyawan Aji, Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN NP.
GEM tidak hanya fokus pada co-firing, tetapi juga pembangunan pembangkit ramah lingkungan seperti PLTS, PLTA, dan PLTB. Salah satu pencapaiannya adalah PLTS Terapung Cirata, Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diresmikan di tahun 2023. PLTS ini mampu menghindarkan emisi CO2 214.000 ton per tahun.
PLN NP juga mendukung smart city di Ibu Kota Negara (IKN) dengan menyediakan listrik bersih dari PLTS IKN 50 MW. Tahap pertama 10 MW telah selesai dibangun.
“Melalui PLTS IKN, emisi CO2 104,8 ton dapat dihindarkan setiap tahunnya. Ke depan, banyak proyek kami yang berbasis EBT,” kata Aji.
PLN NP menargetkan penambahan unit pembangkit EBT sebesar 6,3 Giga Watt (GW) hingga tahun 2030.
“PLN NP memetakan kebutuhan Indonesia di masa depan. Kami siapkan penambahan 6,3 GW pembangkit EBT di seluruh penjuru Nusantara,” jelas Karyawan Aji, Direktur ManajemenvHuman Capital dan Administrasi PLN Nusantara Power.[rea/aje]






