Jakarta (beritajatim.com) – JLL (NYSE: JLL) kembali meraih predikat sebagai konsultan investasi hotel terdepan di dunia untuk tahun 2023.
Prestasi ini diraih berdasarkan total volume investasi dalam kelas aset hotel, senilai $7,7 miliar, atau 25% dari seluruh transaksi investasi hotel di dunia. Data ini dipublikasikan oleh MSCI Real Capital Analytics (RCA).
JLL naik ke posisi teratas setelah sebelumnya berada di posisi kedua pada tahun 2022. Pencapaian ini menegaskan momentum strategi bisnis perusahaan dan kepercayaan investor dan operator hotel global pada platform konsultasi investasi JLL.
Kekuatan Bisnis JLL yang Terdiversifikasi
Keberhasilan JLL didorong oleh kekuatan bisnisnya yang terdiversifikasi sebagai penasihat investasi yang berfokus secara lokal dan terhubung secara global di Amerika, EMEA, dan Asia Pasifik (APAC). Berikut rinciannya:
Amerika: JLL memberikan saran pada transaksi senilai $3.0 miliar, merebut pangsa pasar 19%.
EMEA: JLL memiliki pangsa pasar 30% dengan transaksi senilai $2.7 miliar.
APAC: JLL mencapai pangsa pasar 34% dengan transaksi senilai $2.0 miliar.
Nihat Ercan, CEO, JLL Hotels & Hospitality Group, Asia Pasifik menyatakan JLL memiliki reputasi yang baik sebagai penasihat investasi dengan keahlian unggul dalam industri perhotelan global.
“Di tengah situasi makroekonomi yang menantang, bisnis perhotelan kami terus berkembang berkat kolaborasi, kemitraan, dan kepercayaan klien global kami.”kata Ercan dalam keterangan tertulis yang diterima beritajatim.com, Jumat (22/3/2024).
Transaksi Penting JLL di 2023
Pada 2023, JLL menangani sejumlah transaksi penting di berbagai wilayah, termasuk:
Penjualan Diplomat Beach Resort di Fort Lauderdale, Florida, seharga $835 juta (transaksi aset tunggal terbesar ketiga di AS).
Membantu Equity Inmuebles dalam penjualan 17 aset senilai EU535 juta di Spanyol (transaksi portofolio terbesar dalam sejarah negara tersebut).
Memberikan konsultasi dalam penjualan PARKROYAL di Kitchener Road, Singapura seharga $388 juta (transaksi aset hotel tunggal terbesar di negara tersebut).
Prospek Investasi Hotel di Asia Pasifik
Ercan optimis bahwa volume investasi pada kelas aset hotel di Asia Pasifik akan terus meningkat.
“Keyakinan ekonomi, konsumsi, dan pariwisata meningkat, dan industri hotel di Asia Pasifik akan menjadi penerima manfaat jangka panjang. Kami memperkirakan volume investasi tahunan mencapai lebih dari $10,4 miliar di tahun 2024.”kata Ercan.
Prospek Investasi Hotel di Indonesia
Jacintha Tabalujan Herzog, Head of Capital Markets JLL untuk Indonesia dan Senior Director Capital Markets JLL untuk Asia Tenggara mengatakan Indonesia mencatat total volume investasi hotel senilai US$171 juta di Jakarta dan Bali di tengah penurunan volume transaksi global pada tahun 2023.
“Kami memperkirakan total volume investasi hotel mencapai US$265 juta pada 2024, didorong oleh penjualan investasi yang lebih kuat di segmen luxury di Bali dan Jakarta.” pungkas Jacintha.
Pencapaian JLL sebagai konsultan investasi hotel terkemuka di dunia menunjukkan kepercayaan investor dan operator hotel global terhadap platform dan keahlian JLL.
Di tengah situasi makroekonomi yang menantang, JLL optimis terhadap prospek industri perhotelan global, khususnya di Asia Pasifik, dan terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada para kliennya. (ted)






