Blitar (beritajatim.com) – Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 telah usai, begitu pula dengan proses rekapitulasinya. Sejumlah nama pun sudah bisa dipastikan melenggang ke DPRD Kabupaten Blitar.
Namun ada pula sebaliknya, seperti nama Hernawan, Ketua Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Blitar. Hernawan yang akrab disapa Kondo tersebut maju sebagai Caleg dari PDIP.
Detik-detik terakhir pendaftaran Caleg 2024, Kondo memutuskan lompat dari Partai Gerindra ke PDIP. Proses pencalegkan Kondo pun diketahui tidak berjalan mulus.
Dalam verifikasi faktual, pencalonan Kondo nyaris gagal lantaran KPU menemukan persoalan ijazah. Pada saat itu PDIP Kabupaten Blitar berupaya penuh agar Calegnya tersebut bisa lolos dengan melakukan gugatan ke KPU.
Harapannya tentu agar Kondo bisa maju sebagai Caleg dan bisa menambah perolehan suara dari PDIP. Selain itu sosok Kondo yang merupakan Ketua Ansor Blitar tentu diharapkan bisa mendokrak suara Ganjar-Mahfud di dapilnya yakni Wonodadi, Udanawu, Ponggok.
Namun, hal itu tampaknya hanya sekedar jadi harapan. Perolehan Suara Hermawan di dapil 3 Kabupaten Blitar jauh dari harapan partai (PDIP) yang sudah mati-matian memperjuangkan pencalonannya.
Jabatan Ketua Ansor NU yang dimiliki oleh Kondo nyatanya tidak banyak berpengaruh dalam pendulangan suara Pileg 2024.
Mengutip laman pemilu 2024.kpu.go.id, perolehan suara Hermawan hanya 279 suara, yakni dengan perincian di Kecamatan Wonodadi sebanyak 22 suara, di Kecamatan Udanawu 56 suara, dan di Kecamatan Ponggok 201 suara.
Dari 8 bacaleg PDIP yang berlaga di dapil 3, perolehan suara Hermawan terendah nomor tiga dari bawah. Tidak hanya gagal menambah kursi PDIP dapil 3, perolehan suara Hermawan juga jeblok.
Hasil rekapitulasi KPU Kabupaten Blitar, PDIP di dapil 3 hanya berhasil meraih 2 kursi, yakni Edi Sutikno dengan 8.640 suara dan Luqman Indra Laksono dengan perolehan 5.140 suara. (owi/ted)






