Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka merayakan keragaman budaya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) menjalin kerjasama dengan Philipps-Universität Marburg, Jerman.
Sebanyak 35 mahasiswa Jerman dan 1 profesor disambut hangat di Surabaya setelah sebelumnya mengunjungi Jakarta, Yogyakarta, dan Solo.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk pertukaran budaya antara Indonesia dan Jerman,” ujar Tuffahati Ullayyah, Presiden BEM FISIP Unair, Selasa (12/3/2024).
Flo, perwakilan mahasiswa Jerman, menyampaikan rasa senangnya atas keramahan yang ditunjukkan oleh BEM FISIP Unair.Pertukaran budaya diawali dengan kunjungan ke Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian Universitas Airlangga.
Para mahasiswa Jerman menunjukkan antusiasme mereka dengan mengajukan berbagai pertanyaan tentang budaya dan ritual kematian di Indonesia.
Acara dilanjutkan dengan pengenalan budaya Surabaya dan Jawa Timur di ruang Adi Sukadana. Para mahasiswa disuguhkan dengan berbagai pertunjukan seni tari, lagu, bela diri, dan kuliner khas Surabaya seperti rawon dan lontong balap.
Sebagai balasan, para mahasiswa Jerman juga menampilkan lagu dan tarian tradisional dari negaranya.
“Kesempatan ini sangat berharga untuk mempelajari budaya baru. Saya terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia dan kekayaan budayanya,” ungkap salah satu mahasiswa Jerman.
Rangkaian acara ditutup dengan kunjungan ke Kampung Lawas Maspati dan Alun-alun Kota Surabaya. Di Alun-alun, para mahasiswa disuguhi dengan penampilan Reog Ponorogo dan berkesempatan mempelajari alat-alat musik tradisional.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat hubungan antara Unair dan Philipps-Universität Marburg, serta meningkatkan pemahaman tentang budaya masing-masing negara,” ujar Tuffahati. [asg/but]






