Pamekasan (beritajatim.com) – Ramadhan merupakan bulan kesembilan dari 12 bulan dalam kalender Hijriah, sekaligus menjadi satu dari beberapa bulan yang memiliki keistimewaan tersendiri dibanding bulan lainnya.
Ramadhan juga menjadi bulan yang mewajibkan umat Islam (berstatus mukallaf) untuk melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh, sekaligus menjadi perintah wajib sebagai bagian satu dari lima kewajiban utama yang tertuang dalam Rukun Islam.
Kewajiban berpuasa Ramadhan, merupakan perintah dari Allah ‘Azza wa Jalla sebagaimana firman-Nya: Artinya: “WAHAI orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. QS Al-Baqarah: 183.
Ayat di atas menjadi perintah langsung bagi setiap orang beriman, agar melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Sekaligus memanfaatkan momentum bulan suci dengan meningkatkan beragam ibadah guna mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, terlebih Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan sangat bermanfaat buat kehidupan manusia.
Namun perlu digaris bawahi, berpuasa bukan hanya sekedar menahan dahaga dan lapar semata yang justru hanya akan terjebak pada dimensi fisik belaka. Padahal substansi beribadah puasa, khususnya Puasa Ramadhan lebih condong pada dimensi jiwa spiritual, tepatnya memadukan dimensi fisik dan kejiwaan.
Hal tersebut selaras dengan Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; “Begitu banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan haus dahaga belaka”, al-Hadits.
Terlepas dari itu, sudah semestinya kita harus mempersiapkan diri sekaligus memanfaatkan momentum Ramadhan dengan beragam amalan ibadah yang berorientasi pada peningkatan ibadah, serta mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu A’lamu. [pin]






