Surabaya (beritajatim.com) – Saksi Paslon 01 Anies-Muhaimin Tingkat Provinsi Jatim, Herwin Prijono menolak dan tidak bersedia untuk menandatangani hasil penghitungan perolehan suara PPWP Pemilu 2024 tingkat Provinsi Jatim (KPU Jatim). Ada tiga poin keberatan yang disampaikan oleh Saksi Paslon 01 tersebut.
Di semua kabupaten/kota di Jawa Timur, saksi paslon 01, AMIN menolak menandatangani hasil rekapitulasi Pilpres di daerah.
Melihat fakta tersebut, saksi paslon 01 di Jatim juga dengan tegas menolak tanda tangan. Dalam form model D untuk kejadian khusus, saksi paslon 01 AMIN menuliskan tiga poin keberatan.
Saksi paslon 01, Herwin Prijono menuliskan, seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya dalam form keberatan di tingkat kabupaten/kota di Jawa Timur, yaitu ditemukan banyak kejanggalan.
“Seperti, kesalahan input data atau angka perolehan suara di banyak TPS di beberapa kecamatan bahkan hingga tingkat kota/kabupaten. Sehingga, membuat kami meragukan kevalidan data yang ada di Sirekap,” kata Herwin Prijono yang dituliskan dalam form D yang juga ditandatangani oleh Ketua KPU Jatim, Aang Kunaifi.
Pada poin kedua, saksi paslon 01 menyatakan Bawaslu tidak menjalankan fungsi kontrolnya dengan baik. Sebagai badan pengawas untuk melakukan tindakan tegas. Terhadap laporan tim paslon 01 terkait adanya dugaan kecurangan, penggelembungan suara, money politics hingga intimidasi para saksi TPS.
Kemudian, pada poin ketiga, pembiaran yang dilakukan oleh Bawaslu atas kecurangan yang terjadi di hampir semua daerah. Padahal, temuan tersebut ditemukan sendiri oleh pihak Bawaslu.
“Maka berdasarkan kejadian-kejadian tersebut, kami selaku saksi paslon 01 dari Timnas AMIN menyatakan sikap tegas menolak dan tidak bersedia menandatangani hasil penghitungan suara PPWP Pemilu 2024 tingkat Jawa Timur. Kemudian, kami akan meneruskan keberatan ini ke tingkat selanjutnya, KPU RI, bersama Tim Hukum Paslon 01,” tulis Herwin Prijono.
Ketua Relawan Timprov AMIN Jatim, Dhimam Abror menambahkan, bahwa pihaknya mengirimkan tiga orang saksi. Di antaranya adalah Herwin Prijono dan Isak Anwari. “Poin penolakannya, hasil rekap KPU kabupaten/kota yang tidak sesuai dengan hasil rekap di KPU provinsi. Kecurangan ini tidak bisa silihat pada angka-angka saja, tapi kecurangan tanpa jejak. Proses pemilu presiden yang penuh intimidasi, ancaman, bansos, money politic yang kita sebut kecurangan tanpa jejak,” tuturnya.
Proses rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2024 di tingkat KPU Jawa Timur tersebut di Hotel Shangri-La, Surabaya. Pleno berakhir Senin, 11 Maret 2024 dini hari. (tok/kun)








11 Komentar
Inilah contoh orang yg moralnya dibawah rata2, bukan kesatria tapi pecundang, sdh jelas tiap TPS dibaca lembar perlembar pake sound system dan disaksikan orang banyak kok masih ngelak dan saling menyalahkan, tidak ada semua jd pemenangnya ya cuma satu yg menang
Kesaksian Anda menggunakan nama Allah Swt. Apabila yang Anda saksikan tidak ada kecenderungan, tapi Anda menyatakan curang berarti Anda telah melakukan kesaksian palsu.
Kesaksian Anda menggunakan nama Allah Swt. Apabila yang Anda saksikan tidak ada kecenderungan, tapi Anda menyatakan curang berarti Anda telah melakukan kesaksian palsu.
Kekanak kanakan… kapan negeri ini bisa bergerak maju dengan cepat. Kasihan rakyat yang ingin semua segera selesai dan mulai kerja dengan tenang.
Orang yang mengingkari komitmen
…..
Ya dah…01 dapat 100% suara di Jatim, dgn pemilih org2 01 wkwkkwkwkk…..pngen tawa takut dosa
Wong koplak!!!wes tahu 85% jatim 02 malah gak ttd.. mungkin yang curang pilegmu ya…hahahaha
Itu salah satu bukti bahwa kita ini demokrasi,berani seperti itu brrti dia telah mengetahui pemilu 2024 ini penuh dg kecurangan,saya jg pernah menyaksikan sendiri
Kalau negara tidak ada org sprti itu negara tidak ada balance,malah pemerintah akan sewenang wenang
Ya udah, biar adil o1 buat negara sendiri aja,biar menang, jangan adu rakyat terus, nanti bisa bisa perang
Pasuruan all in prabowo
Jadi klau di tuduh curang ksihan petugas kppsnya yg susah hitung smpai larut pagi
Akui saja kalahmu ,,,,