Surabaya (beritajatim.com) – M Iqbal dan Tony Firmansyah dua pemain muda yang dimiliki Persebaya Surabaya ini menjadi tumpuan Paul Munster disetiap pertandingan. Bahlan performa kedua pemain ini dinilai Munster buah dari proses keseriusan latihan dan memahami taktik apa yang diinginkan pelatih.
Hal ini terbukti dua pemainuda ini terbilang saat ini cukup menonjol dalam permainan, sejak awal mantan pelatih Bhayangkara FC ini telah menekankan kepada seluruh pemainnya bagaimana pentingnya pemahaman taktikal tanpa atau drngan bola dan hal ini terbukti kedua pemain ini menunjukkan kualitas terbaiknya.
“Saya pikir, mereka juga melalui proses latihan.mereka paham di mana mereka seharusnya berada di lapangan dengan bola dan tanpa bola, mereka bisa menunjukkan itu. elemen taktis dari permainan kami juga ada di komputer saya untuk ditampilkan,”ungkap Munster, Minggu (10/3/2024).
Bukan hanya secara kemampuan taktikal dua pemain ini memiliki kualitas yang bagus, ketika para pelatih memberikannmenu latihan terlihat kedua pemain ini bangkit dan memiliki plan bermain yang selalu berkembang meskipin semua tahu pelatih berusia 42 tahun ini memiliki ekspetasi yang tinggi dari semua pemain.
“Kami harus berkembang, mereka harus selalu berkembang, dan semua orang tahu ekspektasi saya dan semua pemain. Mereka tahu ekspektasinya tinggi, jadi mereka harus berusaha lebih keras,”ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan Munster, bukan hanya M Iqbal pemain asal Benowo Surabaya Toni Firmansga ini juga menjadi salah satu pemain masa depan yang bisa menjadi besar karena mau berkembang meningkatkan kualitasnya selangkah demi selangkah.
“Toni adalah pemain masa depan yang besar. Anda dapat melihat Toni bahwa di masa depan dia bisa menjadi pemain sangat baik,”imbuhnya.
Pemain berusia 18 tahun ini menjadi salah satu pemain yang cukup penurut, apalagi saat ini pemain jebolan timnas U20 ini bisa mengikuti kemauan apa yang dibutuhkan pelatih sesuai standart permainan liga 1 di tangan Paul Munster.
“Saat ini dia melakukan semua yang saya minta darinya juga di gym, selalu mendorong pemain, sehingga mereka tahu standar apa yang harus mereka lakukan, tapi saya selalu membutuhkan lebih, para pemain tidak bisa bersantai,”imbunya. [way/aje]






