Surabaya (beritajatim.com) – Presiden Persebaya Azrul Ananda menyatakan bahwa sebuah ironi bila tim besar kesulitan mencari lapangan bertanding di kandang. Pernyataan itu untuk menunjukkan nasib Persebaya yang selama ini gagal bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
“Persebaya ini termasuk apes di tahun 2022. Kita lolos kejuaraan Asean tapi sayang batal karena covid. Tahun lalu harusnya ada ujicoba dengan tim Dortmund tapi ada tragedi Kanjuruhan. Kendala kita ada saja. Bahkan banyak tim asing yang ingin ujicoba dengan kami tapi kami selalu tidak bisa memberikan jawaban karena status home,” ungkap Azrul.
Dalam bayangan Azrul, Persebaya tentu memilili kemudahan dalam penggunaan home base di kota Surabaya. Hal itu karena Surabaya kota terbesar kedua di Indonesia. Kota Surabaya memiliki klub besar dan memiliki stadion salah satu yang terbaik di Indonesia.
“Di saat klub lain sudah bisa memberikan jawaban untuk sparing atau ujicoba, Persebaya masih kesulitan menyusun program,” ucapnya.
BACA JUGA:
Eri Cahyadi Akan Upayakan Persebaya Main di Stadion GBT
Azrul mengkhawatirkan kondisi yang seperti ini. Ketika perubahan di tubuh PSSI membawa angin segar bagi perbaikan sepak bola Indonesia, Persebaya justru tidak bisa mengubah apa-apa karena kondisi fasilitas.
“Padahal Persebaya dan Persis Solo, kami salah satu yang meneriakkan perubahan. Jadi agak ironis karena tidak bisa menikmati fasilitas home pertandingan di tengah perubahan federasi,” imbuhnya.
Seharusnya Persebaya memiliki tiga jadwal uji coba dalam waktu dekat. Hanya saja Persebaya Surabaya baru merilis ujicoba pra musim dengan Bali United dan Persija Jakarta. [way/but]






