Sumenep (beritajatim.com) – Jalur utama dari Sumenep menuju Pamekasan lewat selatan termasuk dalam jalur rawan kecelakaan. Karena itu, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Sumenep, Madura melakukan pemasangan baliho dan spanduk himbauan di ‘black spot’ tersebut.
“Dengan pemasangan baliho dan spanduk himbauan ini, kami berharap pengendara bisa lebih berhati‑ hati dalam berkendaraan, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan seminim mungkin,” kata Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Alimuddin Nasution, Minggu (10/3/2024).
Pemasangan baliho dan spanduk himbauan tersebut dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2024. Beberapa titik rawan kecelakaan yang menjadi perhatian selain jalur Sumenep- Pamekasan, juga di Lenteng, kemudian jalur utara di Jalan Manding, di jalur timur Kalianget dan Gapura.
“Kami mengimbau para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati terutama di daerah rawan kecelakaan. Kurangi kecepatan dan santun dalam berkendara, serta konsentrasi saat mengemudi,” ujar Kasat Lantas.
Operasi Keselamatan Semeru 2024 berlangsung selama 14 hari, dimulai pada 4–17 Maret 2024. Beberapa sasaran operasi tersebut adalah pengendara yang tidak mengenakan helm, membonceng lebih dari satu orang, pengendara di bawah umur, melawan arus, dan menggunakan ponsel saat berkendara.
“Operasi ini untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas. Sifatnya preventif dan preemtif secara humanis. Anggota tidak boleh melakukan tindakan kontra produktif yang bisa menurunkan citra polri,” terang Kasat Lantas.
Berdasarkan data di Satlantas Polres Sumenep, selama Januari 2024 terjadi 22 kecelakaan, dengan korban meninggal 6 orang, luka berat 1 orang, dan luka ringan 27 orang. Sedangkan kerugian material Rp 63,8 juta. Sementara pada Februari 2024, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas sebanyak 23 orang, dengan 1 korban meninggal, kemudian luka ringan 34, dan kerugian material Rp 75,5 juta. [tem/suf]






