Mojokerto (beritajatim.com) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyalurkan bantuan bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto terdampak banjir. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas ASN di lingkup Pemkot Mojokerto.
Hal tersebut disampaikan Pejabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro. “Bila dibandingkan dengan kerugian yang dialami, bantuan dari teman-teman ASN ini tidak ada apa-apanya. Namun, semoga ini bisa membantu meringankan beban korban,” ungkapnya, Jumat (8/3/2024).
Menurut Mas Pj (sapaan akrab, red), kegiatan tersebut dinilai untuk saling menguatkan. Selain itu, ia berharap banjir yang terjadi menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menbuang sampah sembarangan ke sungai, menjaga kelestarian alam, dan tidak mengeksploitasi alam.
“Kalau sudah urusan kemanusiaan, tidak lagi mengenal batas-batas wilayah. Semoga warga selalu sabar dan kita semua bisa mengambil pelajaran. Tolong, jangan menyalahkan alam. Ini harus bisa menjadi refleksi bersama bagaiamana interaksi kita dengan alam,” pungkasnya.
Bantuan yang disalurkan berupa beras 1200 kg dan 116 kotak air mineral. Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini secaea pribadi menyumbang sebanyak 500 kg beras dan 50 kotak, sementara jumlah lainnya berasal dari masing-masing OPD dan beberapa atas nama ASN pribadi.
Bantuan tersebut diserahkan staf Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto kepada relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto. Bantuan diserahkan di Dapur Umum Balai Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
Sebagai informasi, dalam sehari, setidaknya dapur umum menyediakan 10 ribu porsi nasi bungkus. Ribuan nasi bungus tersebut dibagikan untuk warga Desa Kedunggempol dan Desa Jotangan di Kecamatan Mojosari. Desa Ngrame, Kecamatan Pungging dan Desa Salen, Kecamatan Bangsal. [tin/kun]






