Kediri (beritajatim.com) – Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri melaunching smart card atau kartu pintar khusus. Selain memudahkan para santri dalam berbelanja kebutuhan, smart card khusus ini juga dalam upaya menggalakkan pembayaran cashless atau non tunai di lingkungan pesantren.
Ketua Yayasan Wali Barokah H. Achmad Fawwas Abdul Aziz mengatakan, peluncuran smart card ini adalah inovasi terbaru yang akan membawa pondok pesantren salaf atau tradisional ini dalam bertransformasi pada pendidikan santri berbasis digital di era modern.
“Dengan smart card ini, ponpes tidak hanya memperbaharui sistem, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi santri, orang tua dan pengurus pondok,” ungkapnya usai launching, pada Kamis (7/3/2024).
Masih kata Achmad Fawwas, penerapan teknologi pembayaran cashless di Ponpes Wali Barokah ini melalui tahap persiapan yang cukup panjang. Ponpes telah melakukan uji coba sejak tahun 2021 dan baru hari ini berhasil diluncurkan secara resmi.

“Kita dari 2021 akhir melakukan uji coba. Dan baru sekarang, 1-2 bulan terakhir berjalan tanpa kendala,” tambahnya.
Smart card khusus Ponpes Wali Barokah Kediri tersebut bagi para santri tidak hanya untuk sekedar transaksi cashless, tapi juga bisa digunakan untuk absensi kegiatan belajar serta jadwal makan. Sementara bagi pondok, akan memudahkan dalam mengontrol presensi santri serta pengelolaan keuangan.
“Misalnya, ketika saatnya memberikan uang saku santri tadinya harus memanggil santri satu persatu dan perlu waktu sampai 2-3 hari. Namun saat memakai smart card, tinggal dikirim ke virtual account para santri. Hanya perlu beberapa jam,” tambahnya.
Ditinjau dari aspek pengguna, ada tiga manfaat dari smart card ini. Dari sisi pondok, smart card memudahkan mereka dalam merekap dan mengontrol presensi santri, mengajarkan hemat pada santri karena ada limit pemakaian, dan membantu menanggulangi kasus kehilangan atau penyalahgunaan uang.
Dari sisi orang tua, smart card dapat mengontrol keuangan anak di pesantren dan mempermudah dalam mengirim uang kepada anaknya di pesantren. Sedangkan dari sisi santri sendiri, smart card mempermudah mereka menerima kiriman uang dari orang tua. Kemudian lebih aman karena santri tidak membawa uang tunai.
Berikutnya, smart card mempermudah santri dalam melakukan aktivitas KBM dan belanja, mendorong santri bijak dalam mengelola keuangan dan terakhir smart card adalah sarana belajar santri dalam mengenal teknologi pembayaran non tunai.
Perwakilan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Emir Syafial mengaku, penggunaan smart card di Ponpes Wali Barokah Kediri sangat inovatif dan bermanfaat. Pihaknya berharap, terobosan ini turut diterapkan di pondok-pondok pesantren lain dalam lingkup yayasan Wali Barokah dan juga pondok pesantren lain di Kota Kediri.
“Karena kedepannya digitalisasi akan makin meluas. Kita ingin memberikan edukasi kepada pondok pesantren tentang digitalisasi, dan ini adalah pengenalan awal,” terang Emir Syafial.
Ia juga menuturkan selain pondok pesantren, sejumlah sekolah Islam terpadu di sejumlah wilayah sudah ikut menerapkan hal serupa. “Itu mengedukasi, penggunaan uang harus terencana,” pungkasnya. [nm/kun]






