Jember (beritajatim.com) – Kendati suara pemilih bertambah dalam pemilihan umum kali ini, kursi Partai Kebangkitan Bangsa di DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak berubah. Ada delapan calon legislator terpilih yang bakal melenggang ke Jalan Kalimantan 86, sebagaimana Pemilu 2019.
Selain delapan kursi DPRD Jember, PKB memperoleh dua kursi DPR RI dan dua kursi DPRD Jatim. “Suara kami meningkat drastis dibandingkan 2019, sekarang hampir 250 ribu orang,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Ayub Junaidi, Rabu (6/3/2024).
Peningkatan jumlah suara tidak berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kursi dikarenakan faktor pergeseran daerah pemilihan. Ayub menyebut, perubahan komposisi dan jumlah daerah pemilihan dari enam menjadi tujuh daerah ikut berpengaruh. “Akhirnya terjadi pergeseran beberapa kecamatan yang jadi basis kami,” katanya.
Ayub sejak awal tahu bahwa usulan perubahan dapil ini merupakan bagian dari strategi partai politik kompetitor. “Kami kemudian antisipasi dengan penempatan calon legislator. Tapi memang itu merugikan kami juga, karena di beberapa daerah pemilihan, suara kami gemuk tapi tidak bisa memperoleh dua kursi,” katanya.
Menurut Ayub, harga kursi PKB menjadi lebih mahal dibandingkan partai lain dalam sistem penghitungan suara model Sainte Lague. “Ada partai yang dapat 20 ribu untuk satu kursi, kami 30 ribu untuk satu kursi. Semua sistem memang punya potensi untung dan rugi bagi partai,” jelasnya.
PKB gagal memperoleh dua kursi di Daerah Pemilihan 5. “Kami belum bisa, karena perpindahan kecamatan,” kata Ayub.
Kendati tak ada tambahan kursi DPRD Jember, Ayub tetap puas dengan performa mesin PKB. “Semua bergerak baik. Memang situasinya beda. (Persaingan) pemilu hari ini kayak begitu brutalnya. Saya berterima kasih kepada kader-kader PKB, khususnya para caleg yang telah berjuang,” katanya.
Bertambahnya jumlah pemilih ini dipandang tak lepas dari munculnya kantong-kantong suara baru. “Contoh di Kecamatan Puger. Dulu kami bukan pemenang, sekarang pemenang,” kata Ayub.
Penataan struktur organisasi dari level kabupaten hingga dusun membuat mesin bergerak. “Ketiga, saksi PKB berperan sekaligus sebagai kader penggerak di tempat pemungutan suara. Jadi dulu kami di sebuah kecamatan berada di posisi ketiga perolehan suara, kini naik di posisi kedua. Insyaallah di 31 kecamatan perolehan suara kami naik,” kata Ayub.
Efek ekor jas pencalonan Muhaimin Iskandar menjadi wakil presiden juga terasa. “Di daerah-daerah yang dulu jadi basis partai lain, PKB menang dan bahkan berpotensi menjadi ketua DPR, seperti di Sumatera dan Indonesia timur,” kata Ayub.
Ayub mengingatkan semua caleg PKB yang terpilih agar tak larut dalam euforia. “Kalian jadi bukan hanya karena suara yang kalian peroleh, tapi juga suara caleg lain PKB yang ikut menyumbang. Ini harus dipahami caleg-caleg terpilih PKB,” jelasnya.
“Menjadi anggota DPRD Jember, bebannya berat, karena mengembang amanah seluruh pemilih yang dipercayakan kepada kalian,” katanya. [wir]






