Magetan (beritajatim.com) – Ratusan warga Kecamatan Parang Kabupaten Magetan berbondong-bondong untuk antre beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) murah di Pasar Parang, Kamis (29/2/2024).
Mereka antre sejak pagi dan truk yang mengangkut beras SPHP murah mulai memasuki lingkungan pasar. Mereka pun langsung menyerbu truk tersebut. Sejumlah petugas kepolisian dan TNI yang mengamankan kegiatan itu nyaris kewalahan saat masyarakat mulai berdesakan.
Petugas pun sampai harus mengatur masyarakat agar antre dengan tertib. Hingga akhirnya, mereka pun mau mengantre dengan tertib dan proses jual beli mulai dilakukan. Masyarakat hanya boleh membeli maksimal 2 bungkus atau 10 kilogram. Sesudah membeli, jari harus dicelup tinta.
Petugas menyediakan sebanyak delapan ton beras SPHP. Tak hanya di Pasar Parang, gerakan pangan murah juga dilakukan di Pasar Lembeyan di Kecamatan lembeyan Magetan dengan jumlah beras delapan ton.
Kanit II Kriminal Khusus (Krimsus) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan Ipda Dedi Norawan, sekaligus anggota Satgas Pangan mengatakan, pihaknya turut memantau gerakan pangan murah yang dilaksanakan oleh Bulog Ponorogo dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan itu.
“Ini tadi kami turut memantau proses jual beli beras SPHP dalam gerakan pangan murah. Ada masing-masing delapan ton untuk yang di Pasar Parang dan Pasar Lembeyan,” kata Dedi.
Menurutnya, antrean beras murah tersebut masih termasuk wajar mengingat tingginya harga beras di pasaran yang sudah mencapai Rp14 ribu per kilogram untuk beras medium.
“Belum ada dugaan penyelewengan,’’ terangnya. [fiq/beq]






