Bangkalan (beritajatim.com) – Rekonstruksi carok massal 2 lawan 4 yang terjadi di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, memakan waktu sekitar 4 jam, Selasa (27/2/2024). Sebanyak 38 adegan diperagakan dalam rekonstruksi itu.
Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya menjelaskan bahwa ada 38 adegan yang diperagakan saat rekonstruksi di jalur kembar ring road barat, Kabupaten Bangkalan. Sebanyak 38 adegan ini memakan waktu sekitar 4 jam.
“Rekonstruksi melibatkan langsung tersangka Hasan (40) dan Wardi (35), sedangkan untuk korban serta saksi menggunakan peran pengganti,” kata Febri.
Ia menambahkan rekonstruksi itu atas permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar penanganan kasus tersebut lebih jelas. Kenapa rekrontruksi dilakukan di jalan ring road barat, Kabupaten Bangkalan?
Febri menegaskan karena untuk menjaga kondusifitas serta mempertimbangkan kelancaran proses rekontruksi. “Tujuanya agar rekontruksi berjalan lancar dan menjaga kondusifitas,” tegasnya.
Pantauan di lokasi, rekonstruksi carok massal yang mengemparkan tersebut menjadi tontonan warga yang kebetulan melintas di jalan tersebut.
Sekedar diketahui, carok massal yang terjadi di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, berawal dari masalah teguran sepele.
Informasi dihimpun beritajatim.com, sebelum terjadi carok massal, salah satu pelaku inisial H duduk di pos jaga tidak jauh dari rumahnya. Saat itu, dia hendak menghadiri tahlilan.
Saat itu, muncul korban berinisial MT mengendarai sepeda motor dengan membonceng MR dari selatan. MT melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Melihat MT dan MR melintas, H menegur keduanya dengan suara kencang. Seketika MT menghentikan motor lalu menghampiri H sambil membentak. Terjadilah cekcok hingga MT memukul wajah H. Saat itu, H tidak bisa membalas karena tubuhnya dipegang oleh MR.
Usai dipukul MT, H pulang untuk mengambil celurit. Di tengah jalan dia berpapasan dengan adiknya inisial N. Kemudian H mengajak N untuk menemui MT yang sudah menunggu di tempat sebelumnya.
“Jadi, H ini pulang untuk mengambil celurit dan berpapasan dengan adiknya N yang kemudian bersama-sama menemui MT dan MR serta dua tambahan temannya yang ikut bergabung,” ujar Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya, Sabtu (13/1/2024).
Setiba di tempat semula, kata Febri, H bersama N secara membabi buta menghajar empat orang tersebut dengan celurit. Duel 2 lawan 4 tersebut mengakibatkan MT, MR beserta dua temannya mengalami luka sabetan senjata tajam hingga meninggal.
“Dua palaku kakak beradik sudah kita amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya,” pungkasnya. [sar/suf]






