Banyuwangi (beritajatim.com) – Luasnya wilayah Banyuwangi tak menjadi halangan bagi pemerintah untuk menjangkaunya.
Buktinya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tak canggung datang ke pelosok wilayah hingga ke tengah untuk menemui warganya.
Kali ini, Bupati Ipuk berkunjung ke kaki Gunung Raung di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Di tempat ini ada sebuah perkampungan terpencil yang dihuni beberapa kepala keluarga.
Kampung tersebut bernama Kampung Tlocor. Penduduk di daerah ini telah menempati dan tinggal sejak puluhan tahun lalu.
Mereka bersandar di perkebunan setempat untuk mempertahankan ekonomi keluarganya. Jarak lokasi cukup jauh, butuh melalui jalan makadam yang cukup terjal sejauh lima kilometer.
“Di sini tidak kurang ada 18 kepala keluarga yang tinggal,” ungkap Kepala Desa Jambewangi Masykur.
Lalu apa tujuan Bupati Banyuwangi datang ke tempat terpencil itu? Ternyata, istri Menpan RB ini tengah menyalurkan bantuan sembako dari program Banyuwangi Berbagi.
Kegiatan itu adalah kolaborasi Kopri Banyuwangi, Baznas Banyuwangi beserta PUDAM Banyuwangi dan Bank Jatim. Hal ini sebagai upaya gotong royong menekan angka kemiskinan ekstrem di daerahnya.
“Kami ingin memastikan semua warga Banyuwangi yang masih pra sejahtera tersentuh oleh program-program pemerintah. Bahkan, warga yang berada di sudut terpencil sekalipun,” ungkap Ipuk.
Tak hanya itu, dalam kunjungannya ini juga memastikan masyarakat setempat mendapatkan pelayanan dasar. Seperti halnya akses listrik, pendidikan dan kesehatan.
“Di sini sudah ada kelas jauh dari SDN 7 Jambewangi. Ada guru khusus dari program pemkab, Banyuwangi Mengajar. Sehingga anak-anak tak perlu turun ke bawah untuk sekolah,” terang Ipuk.
Termasuk mengenai jangkauan kesehatan. Pasalnya, ada petugas kesehatan dari Puskesmas Sempu melakukan cek kesehatan rutin.
“Untuk ibu hamil yang telah mendekati waktu kelahiran, sudah ada rumah singgah di bawah. Sehingga bisa segera mendapatkan penanganan medis saat diperlukan,” jelasnya. (rin/ted)






