Surabaya (beritajatim.com) – Kontribusi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di bidang kerjasama internasional diganjar penghargaan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Penghargaan itu diberikan Plt. Dirjen Diktiristek Prof Nizam kepada Rektor Unesa Prof Nurhasan, disaksikan jajaran pimpinan-pengurus MRPTNI dalam pertemuan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia di Jakarta, Sabtu (24/2/2024).
Cak Hasan mengatakan, berbagai hal yang dilakukan Unesa tidak lepas dari dukungan MRPTNI yang sudah menjadi wadah saling berbagi gagasan dan memotivasi untuk melakukan yang terbaik di kampus masing-masing.
“Tentu ini tidak lepas dari peran dan arahan penting dari Prof Dirjen yang selalu membimbing kami, sehingga itu menjadi motivasi dan penguatan dalam berbagai program yang kami lakukan. Sekali lagi terima kasih, ini motivasi bagi kami untuk terus melahirkan terobosan ke depan,” kata Cak Hasan, Senin (26/2/2024).
Ia menambahkan, penguatan kerjasama internasional adalah bagian dari program prioritas Unesa di luar peningkatan reputasi internasional melalui riset dan publikasi serta ranking di berbagai lembaga pemeringkatan dunia.
Untuk diketahui, penghargaan ini diberikan kepada Unesa atas berbagai kontribusi menjalin dan memperkuat kerjasama internasional dalam implementasi proyek kemanusiaan untuk anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Terkait kerjasama dengan KBRI Malaysia dan Inti International University, Malaysia itu, bagi Cak Hasan sudah bukan soal reputasi lagi, tetapi itu benar-benar didasarkan pada panggilan hati nurani untuk bersama-sama menjawab permasalahan akses pendidikan anak-anak imigran Indonesia di Malaysia.
“Sembari kita bantu persoalan dokumen mereka, kita lakukan yang bisa dilakukan yaitu memberikan akses pendidikan kepada anak-anak pekerja migran Indonesia di sana. Karena, pendidikan itu hak mereka dan menjadi landasan penting bagi kehidupan mereka ke depan,” beber Cak Hasan.
Proyek kemanusiaan yang dijalani Unesa juga sejumlah perguruan tinggi di Indonesia lainnya melibatkan mahasiswa untuk mengajar di sejumlah tempat belajar anak-anak pekerja migran di berbagai daerah Malaysia. Program ini mulai berjalan tahun lalu, ada 6 mahasiswa Unesa yang diberangkatkan dengan biaya dari kampus.
Program tersebut dilanjutkan lagi tahun ini dan diharapkan bisa mengirim lebih banyak mahasiswa. “Mahasiswa yang berangkat itu skemanya MBKM mandiri yang nanti dikonversi ke dalam sistem kredit semester mereka,” tutup Cak Hasan. [ipl/ian]






