Jember (beritajatim.com) – Kondisi krisis iklim El Nino ternyata tak menghalangi petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk memproduksi padi hingga satu juta ton pada 2023. Ini merupakan sebuah peningkatan dari angka 983.663 ton pada 2022.
Berdasarkan data yang diterima beritajatim.com dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, produksi padi tercatat 1.007.196,84 ton. Produksi tertinggi pada Maret 2023 sebesar 193.693,11 ton dan terendah pada September sebesar 32.010,29 ton.
Kepala Dinas TPHP Jember Imam Sudarmadji mengatakan, stok padi di Jember aman. “Cuma kami tidak tahu ke mana larinya barang kita,” katanya, Sabtu (24/2/2024). Data pasar padi di Jember ada pada Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi).
Kamil Gunawan, seorang pengusaha beras mengatakan, setelah memenuhi kebutuhan masyarakat di Jember, sebagian besar beras dijual di Surabaya, Kalimantan Timur, dan Papua. “Kalau tetap dijual di sini kan sayang. Pedagang mencari laba,” katanya.
Produktivitas padi di Jember adalah 6,1 ton per hektare. Tercapainya panen hingga 1 juta ton, menurut Imam, tak lepas dari program pengembangan Indeks Pertanaman Padi 400 (IP 400).
Menurut laman Kementerian Pertanian RI, keuntungan IP 400 adalah mempercepat waktu tanam, adaptasi varietas padi berumur genjah dalam mempersingkat masa tanam, teknik pengolahan tanah untuk memperpendek masa tanam, tahan serangan hama dan penyakit, dan empat kali panen dalam satu tahun.
Lahan yang potensial untuk pelaksanaan program IP Padi 400 adalah lahan irigasi, baik irigasi teknis maupun sederhana. Selain pengembangan IP Padi 400 perlu memperhatikan pola tanam, pemilihan varietas, persemaian, pengolahan tanah, sistem tanam, pengairan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, dan panen dan pasca panen. [wir]







2 Komentar
Biasanya Varietas genjah produktivitas rendah
Saya setuju pak kepala dinas, Elnino nggak ngaruh ke musim panen. Seperti disampaikan Pak Lurah menyalahkan si Elnino itu hanya mencari kambing hitam. Justur yg dicari kemana 1 juta ton itu koq menghilang. POLRI suruh menelusuri, tapi hati² kalau berani jangan takut, kalau takut jangan berani.