Surabaya (beritajatim.com) – PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), Subholding Gas Pertamina, dan Blue Bird, perusahaan taksi ternama di Indonesia, menegaskan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai alternatif energi ramah lingkungan untuk kendaraan.
Gagas, melalui layanan GasKu, terus berupaya memperluas infrastruktur BBG dan meningkatkan kualitas layanannya. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) tahun 2060.
Muhammad Hardiansyah, Direktur Utama Gagas, menjelaskan bahwa BBG memiliki emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil lainnya. Saat ini, 90 persen pengguna BBG adalah kendaraan umum, seperti taksi, bajaj, angkot, dan Trans Jakarta.
“Penghematan biaya bahan bakar paling besar dirasakan oleh kendaraan umum karena jumlah kilometer per harinya paling banyak. Harga BBG saat ini hanya Rp4.500 per liter, sehingga ada penghematan sekitar 55 persen,” ujar Hardiansyah dalam talkshow BBG Sebagai Alternatif Energi Transisi di IIMS 2024.
Blue Bird, sebagai salah satu pengguna BBG terbesar di Indonesia, telah menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan menggunakan BBG pada armadanya sejak tahun 2017.
Astu Rahindo, VP Teknik Blue Bird Group, menyatakan bahwa Blue Bird memiliki komitmen berkelanjutan “Blue bird 5030” untuk mengurangi emisi hingga 50 persen di tahun 2030.
“Saat ini, 3.200 armada Blue Bird atau sekitar 25 persen dari total armada kami telah menggunakan BBG. Kami juga menggunakan teknologi dual fuel terbaik dan perlengkapan safety yang memadai,” ujar Astu.
Blue Bird berencana menambah 500 armada BBG tahun ini, sejalan dengan pengembangan infrastruktur GasKu dan program pemerintah.
Hardiansyah menegaskan bahwa Gagas akan terus mengoptimalkan pemanfaatan BBG di masa transisi menuju energi terbarukan. Gagas mendukung program Holding Migas Pertamina dalam menyediakan energi yang efisien dan rendah emisi, termasuk BBG yang bersumber dari dalam negeri.
“Pemanfaatan BBG tidak berkompetisi, tetapi berjalan bersisian dengan bahan bakar lainnya. Keuntungan lain menggunakan gas adalah menyediakan alternatif energi tanpa menambah kuantitas kendaraan, karena hanya perlu memasang konverter,” tutup Hardiansyah. [rea/beq]






