Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus merealisasikan program prioritas Desa Berjaya, salah satunya melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119.
Menurut Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, hal itu sejalan dengan komitmen pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Bupati Yuhronur berkata, kegiatan TMMD merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama TNI dalam memberikan respon terhadap permasalahan yang ada di tengah masyarakat.
“TMMD merupakan kegiatan kolaborasi Pemkab Lamongan bersama TNI untuk mewujudkan akselarasi pemerataan pembangunan dari fisik hingga non fisik,” tutur Yuhronur, Selasa (21/2/2024).
Orang nomor satu di Lamongan ini menjelaskan bahwa fokus pelaksanaan TMMD saat ini ialah pembangunan fisik dan non fisik. Hal itu sesuai dengan tema TMMD yakni “Dharma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah”.
Pihaknya juga merinci, pembangunan fisik yang dimaksud meliputi rabat beton sepanjang 1.052 meter dengan lebar jalan 4 meter dan tinggi beton 0,20 meter, lalu pengerukan embung dan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 10 unit.
Sedangkan untuk non fisik, tambah Yuhronur, berupa pelaksanaan sosialisasi bagi masyarakat guna meningkatkan wawasan kebangsaan cinta tanah air dan kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan negara.
Bahkan juga pelayanan berkualitas mulai dari pelayanan kesehatan gratis, pelayanan administrasi Disdukcapil, pelayanan administrasi Satlantas, hingga operasi pasar murah.
“Selain melakukan pembangunan merata, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberdayakan SDM dan menghadirkan pelayanan publik berkualitas secara inklusif,” terang Yuhronur.
Dalam kesempatan sama, Dandim 0812 Lamongan Letnan Kolonel Arm Ketut Wira Purbawan selaku Komandan Satgas TMMD 119 menyampaikan bahwa kegiatan TMMD akan dilaksanakan selama satu bulan penuh, yakni mulai tanggal 20 Februari hingga 20 Maret mendatang.
“Dalam satu bulan penuh, kami akan memupuk semangat gotong royong menbangun desa. Ini adalah poin pentingnya yakni berinteraksi langsung dengan masyarakat, karena tujuan kami bukan hanya untuk sasaran fisik semata melainkan memelihara semangat gotong royong bersama masyarakat,” jelas Ketut Wira.
Lebih lanjut Ketut Wira menuturkan bahwa bakal terjadi hambatan pengerjaan pembangunan nantinya. Pasalnya, TMMD dilakukan saat musim penghujan.
“Namun antisipasi akan dilakukan dengan cara pengoptimalan pengerjaan pembangunan saat cuaca normal, agar tidak terjadi penundaan jadwal yang sudah ditetapkan,” pungkasnya. [riq/beq]






